Gelar Musrenbang RPJMD Tahun 2025-2029, Ini Fokus Pemerintah Kabupaten Sampang

- Admin

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029.

Pantauan kontributor suarabangsa.co.id, kegiatan ini berlangsung di Pendopo Trunojoyo pada Jumat (09/05/2025).

Musrenbang digelar sebagai bagian dari tahapan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah yang menjadi acuan kebijakan pemerintah daerah selama lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Bupati Sampang, H Slamet Junaidi menyebut RPJMD sebagai dokumen strategis yang akan menjadi dasar dalam perumusan program dan kegiatan pembangunan daerah.

“Oleh karena itu, kami mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk berkontribusi aktif menyampaikan saran, kritik serta ide-ide kontruktif demi kemajuan Kabupaten Sampang,” kata Bupati.

Baca Juga:  Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Disperindag Probolinggo Gelar Operasi Pasar

Orang nomor satu di Sampang itu mengingatkan bahwa visi yang diusung dalam RPJMD merupakan kelanjutan dari visi periode sebelumnya, yaitu ‘Sampang Hebat Bermartabat Plus”.

Sampang Hebat Bermartabat, kata dia, merupakan inti dari visi sebagai perwujudan Kabupaten Sampang dengan SDM yang unggul dan berdaya saing serta kondisi ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkecukupan.

“Kata Plus ditambahkan karena kita bercita-cita ingin menjadikan Sampang sebagai pusat tumbuh kembangnya UMKM dan rujukan layanan kesehatan di madura,” ungkapnya.

Agar visi tersebut betul-betul terealisasi, beberapa proyek strategis juga dituangkan dalam RPJMD tersebut, yakni relokasi RSUD dr Muhammad Zyn demi memperluas kapasitas dan akses layanan kesehatan.

Baca Juga:  Seorang Pria di Sampang Ditemukan Tewas Penuh Luka

“Juga penataan kawasan alun-alun dan GOR Indor sebagai pusat kuliner dan UMKM serta rencana pembangunan Masjid Agung,” bebernya.

Menurut politisi Partai Nasdem itu, tantangan kedepan tidak lah ringan. Tuntutan pelayanan publik semakin tinggi serta tranformasi digital menjadi pekerjaan rumah.

“Namun demikian, saya percaya dengan sinergi dan kerja sama menjadikan Sampang sebagai daerah yang tumbuh inklusif dan berdaya saing,” tuturnya.

Bupati menekankan pentingnya partisipasi masyarakat swasta dan komitmen lintas sektor dalam memastikan RPJMD tidak hanya menjadi komitmen administratif.

“Melainkan menjadi dokumen yang benar-benar menjawab isu-isu aktual yang dihadapi Kabupaten Sampang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Sampang Hj Umi Hanik Laila, menambahkan, RPJMD sebagai dokumen strategis lima tahunan memiliki peran vital dalam menuntun arah pembangunan daerah.

Baca Juga:  Pemkab Probolinggo Gencarkan Vaksinasi Untuk Remaja

Oleh karena itu, penyusunannya harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan menghasilkan rencana yang aplikatif dan berdampak langsung.

“Musrenbang ini menjadi ruang terbuka untuk menyerap masukan dan aspirasi seluruh pemangku kepentingan,” kata Umi Hanik.

Sehingga, kata dia, dokumen RPJMD yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat serta selaras dengan arah kebijakan provinsi dan nasional.

“Keberhasilan RPJMD sangat ditentukan oleh komitmen bersama, integrasi program antar perangkat daerah, serta sinergi lintas sektor dalam pelaksanaannya,” tutur Umi Hanik.

Penulis : Abdus Salam

Editor : Putri

Berita Terkait

Kasus Dugaan Ijazah Ilegal Legislator Bojonegoro: Ketua KPU Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi
Kucurkan APBD Masif untuk RTLH, Pemkab Bojonegoro Sabet Penghargaan dari Gubernur Jatim
Mengendap Lama, Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Belum Ada Perkembangan
Begini Komentar Ketua Komisi C, Terkait Anomali DTSEN dari BPS yang Belum Rampung
Kemenperin Dorong Industri Kayu dan Furnitur Bertransformasi Digital Lewat Indowood Expo 2026
Tak Sekadar Pameran, Indowood Expo 2026 Bidik Penguatan Ekosistem Industri Furnitur
Dalam Sosialisasi UU KUHAP Baru Bagi PPNS, Kapolres Berharap, Penyidik harus Menjalankan Tugas Dengan Profesional
PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:04 WIB

Kasus Dugaan Ijazah Ilegal Legislator Bojonegoro: Ketua KPU Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi

Senin, 8 Juni 2026 - 06:34 WIB

Mengendap Lama, Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Belum Ada Perkembangan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:56 WIB

Begini Komentar Ketua Komisi C, Terkait Anomali DTSEN dari BPS yang Belum Rampung

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:19 WIB

Kemenperin Dorong Industri Kayu dan Furnitur Bertransformasi Digital Lewat Indowood Expo 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:02 WIB

Dalam Sosialisasi UU KUHAP Baru Bagi PPNS, Kapolres Berharap, Penyidik harus Menjalankan Tugas Dengan Profesional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:47 WIB

PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:47 WIB

Menguak Gurita Masalah BPR Bojonegoro, Di Balik Konser Band Ungu dan Akhir Jabatan Direktur Utama

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:51 WIB

Dua Pengusaha asal Kalitidu Bojonegoro Berkorban Puluhan Sapi

Berita Terbaru