Polisi Ungkap Motif Pelaku Pembacokan Berujung Tewasnya Seorang Pria di RSD Ketapang Sampang

- Admin

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Polisi mengungkap motif di balik kasus pembacokan pria berlumuran darah di halaman Rumah Sakit Daerah (RSD) Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang terjadi pada Senin (05/05/2025) malam, sekitar pukul 19.30 WIB.

Pelaku berinisial FA nekat membacok korban bernama Nur Halim gegara tersinggung dan sakit hati lantaran di tampar oleh korban. Kasus pembacokan itu pun viral di media sosial.

Persoalan sepele jadi pemicu aksi sadis FA menghabisi nyawa Nur Halim. Korban dan pelaku diketahui masih satu desa.

Pemuda asal Nangger Dusun Taman, Desa Ketapang Laok tersebut telah diamankan dan dibawa petugas ke Mapolres Sampang.

Baca Juga:  Operasi Pekat Semeru 2021, Polres Pamekasan Amankan 168 Orang dan 133 Kasus

Kapolres Sampang, AKBP Hartono menerangkan bahwa insiden berdarah itu bermula saat pelaku bersama temannya yang berkerja sebagai petugas parkir di RSD Ketapang berfoto menggunakan HP ceweknya dan dibuat status WhatsApp dengan caption “Kumpulan Anak tidak Bagian Seragam”.

“Status di WhatsApp itu kemudian di komentari oleh korban, dengan bahasa putus urat malunya. Lalu dijawab lah oleh pelaku, saya tidak kenal kamu kok mulutnya kurang ajar sekali tidak punya otak,” kata Hartono, dikonfirmasi kontributor suarabangsa.co.id, Selasa (06/05/2025).

Dalam percakapan di WhatsApp itu, lanjut Hartono, korban menanyakan alamat pelaku. Lantas dijawab oleh pelaku bahwa dirinya berasal dari Ketapang Laok.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Hadiri Pencanangan Peran TNI-POLRI Penanganan Covid-19

“Korban ini nanya lagi ke pelaku, ada dimana dan tunggu disitu. Dari cekcok mulut itu lah, akhirnya korban datang ke rumah sakit dan bertemu dengan pelaku,” terang Hartono.

Saat pelaku dan korban ini bertemu, sambung Hartono, korban bertanya pada pelaku, kamu yang bilang tadi ya dan di jawab oleh pelaku, iya saya. Korban bilang, kamu mulai duluan lalu menampar pipi kanan pelaku 1 kali.

“Karena tamparan itu, pelaku merasa sakit hati dan mengeluarkan sebilah celurit dari pinggang kirinya, lalu menebaskan celurit itu sebanyak satu kali ke dada depan korban,” ujar Hartono.

Baca Juga:  Sopir Ngantuk, Truck Fuso Tabrak Pembatas Jalan Tol Satelit

Mendapat sabetan celurit, korban lari keluar dari RSD dan meminta pertolongan, kemudian berakhir ambruk terjatuh di halaman rumah sakit.

“Korban meninggal dunia di RSD Ketapang dengan luka bacok pada dada depan,” ucapnya.

Polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit lengkap dengan sarung pengamannya yang terbuat dari kulit warna hitam serta baju korban warna silver dan jaket hitam.

“Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat hingga mengakibatkan kematian seseorang,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar informasi yang berkembang di masyarakat bahwa peristiwa berdarah tersebut terjadi karena dipicu masalah parkir.

Berita Terkait

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru