Alat Berat Masih di Tempat Galian C, Warga Gayam Bojonegoro Mulai Resah

- Admin

Selasa, 7 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Hingga kini, alat berat Beko belum dipindahkan dari tempat yang rencananya mau dijadikan tambang galian C di tanah negara Solo Valey di Desa Ringintunggal Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.

Tim dari penambang galian C terus berusaha mencari dan meloby Masyarakat Desa Ringintunggal yang menolak Galian C di Balai Desa untuk mendapat izin dadi warga sekitar.

Sementara, Kepala Desa Ringintunggal masih belum bisa dihubungi melalui sambungan Telpon dan juga melalui saluran WatshApp.

Dari beberapa hari penulusuran Awak media warga Ringintunggal sebagian juga resah namun engan berkomentar dan protes dengan Desa. Soal isu janji perkepala dijanjikan uang tersebut adalah ketika proyek tersebut berjalan dan sudah beroperasi.

“Itu pohon jati saya sudah saya tebang dan jagung kemarin sudah di rusak alat berat masa tidak jadi nuw,” ungkap suara dari warga di salah satu video yang sedang Resah dan Video tersebut Viral dan warga berharap Rencana adanya Tambang liar dan ilegal tersebut dihentikan oleh pihak Kepolisian dan Pemerintah Daerah, namun sejauh berita ini ditulis belum ada tanda-tanda dihentikan, dan pihak penambang mencoba mengorganiser masyarakat agar menyetujui rencana penambangan tersebut.

Baca Juga:  Ribuan ASN Pemkab Sampang tak Hadir di Apel Bersama, Siap-Siap Kena Sanksi

Hal tersebut dibenarkan oleh Sugeng warga Desa Ringintunggal bahwa Soal tambang yang rencana beroperasi di Desa Ringintunggal tersebut akan tetap berjalan, dengan alibi membuat jalan lah dengan iming-iming kopensasi kalau sudah melakukan operasi lah, itu tetap dilakukan oleh mereka, tapi saya dan keluarga tetap adanya tambang tersebut menolak.

“Siapa yang bertangung jawab bila rumah kakak saya longsor, siapa yang bertangung jawab bila terjadi bencana, apalagi daerah tersebut dekat Eksplotasi Migas, apalagi itu tanah negara, siapa yang bertangung jawab bila Pemkab tidak terima dan melaporkan ke pihak polisi, sebenarnya banyak warga yang tidak setuju sebenarnya tapi mereka tidak bersuara, mereka sudah telpon saya semua mereka,” ungkapnya.

Baca Juga:  Rima Land Rock Bikin Heboh Panggung Hiburan Gowes Pasar Burung Buana Lestari Bojonegoro

Imbuhnya, uang tidak ada artinya bila sudah terjadi bencana, dengan alasan apa pun itu adalah tanah Negara dan semua itu diatur oleh Undang-undang, kalau hal tersebut benar-benar dilakukan maka orang – orang yang pintar yang paham bernegara, orang yang paham lingkungan yang berada di desa Ringintunggal menanam bencana dan membiarkan keburukan terjadi didesa Ringintunggal.

“Kalau hal tersebut benar-benar dilakukan semua harus bertangung jawab, dari kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas, perangkat desa semua harus bertangung jawab, kalau sampai terjadi bencana, terjadi longsor, terjadi kekeringan, dan berarti di Bojonegoro hukum nya Lemah, APH tidak peduli dengan lingkungan, karena itu nyata -nyata tanah Negara,” jelasnya.

Baca Juga:  Semarak Kemerdekaan, Ribuan Lampu Hiasi Desa Bangilan Kapas Bojonegoro

Lanjutnya, dari kemarin menebarkan isu tetap akan melakukan operasi infonya diawali membuat jalan dulu dan mencoba meloby para tokoh di dalam Ringintunggal maupun diluar Ringintunggal.

“Saya juga sudah diloby dijanjikan tiap bulan akan diberi dan dijatah tiga juta bila sudah beroperasi, tapi kita tolak dan saya tidak mau, kalau saya terima sama saja saya mengiyakan adanya kezaliman, sama saja barang saya di curi tapi saya biarkan dan tidak lapor polisi, buat apa ada polisi kalau itu dibiarkan,” pungkasnya.

Dan sampai berita ini tulis kepala desa Ringintunggal H Pandil engan di konfirmasi, dan alat berat masih ditempat semula, dan info nya penambang ada pertemuan dirumah Rt 10 pada malam ini.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027
Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam
Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB