Lelaki yang pernah mencalonkan Calon Bupati pada periode 2014- 2019 tersebut berharap bagaimana Eksekutif dan legislatif sinkron dan membangun Bojonegoro bersama, bukan berdebat kepentingan kelompok semata.
“Bagaimana eksekutif dan legislatif harus sinkronisasi bukan berdebat untuk kepentingan kelompok, kalau hanya untuk kepentingan kelompok yaa tidak akan ketemu, dan bagaimana berjalan bersama membangun bersama,” imbuhnya.
Selain itu, DPRD Bojonegoro juga akan memangkas penganggaran Kombi yang semula 120 unit menjadi 10 unit.
Menurutnya, saat ini kebutuhan mendesak bagi petani adalah pupuk, bukan Alsintan atau kombi.
Saat di Kapas, Bupati Bojonegoro tidak pernah menjanjikan alat Kombi, tapi masyarakat yang meminta alat tersebut, dan hal tersebut disampaikan dipertemuan.
Menurutnya, kalau alat program pengadaan Kombi mestinya bukan dipangkas, tapi ditanyakan untuk siapa saja.
Penulis : Takim
Editor : Putri
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















