SUARABANGSA.co.id – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Mathur Husyairi melaksanakan Reses I tahun anggaran 2023 di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Al-Makkiyah, Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Sabtu (23/03). Serap aspirasi ini dilakukan bersama santri di ponpes tersebut.
Dalam sambutannya, Mathur mengatakan, dirinya memang sengaja mengagendakan reses di ponpes bersama santri, termasuk di Ponpes Madrasatul Qur’an Al-Makkiyah. Ia mengungkapkan, salah satu alasannya karena santri merupakan salah satu generasi masa depan bangsa ini. Sehingga menjadi suatu kewajiban baginya untuk mendengar aspirasi para santri.
Ia mengungkapkan, sebagai santri mereka harus memiliki cita-cita yang tinggi. Apalagi di ponpes tersebut mereka dididik untuk menjadi hafidz qur’an. Yang nantinya ketika sudah keluar dari ponpes akan menjadi panutan masyarakat sekitarnya.
Ia mengungkapkan, sebagai santri mereka tidak perlu minder. Mereka tidak boleh minder meskipun ada kalangan yang bisa saja menyebut nyantri adalah tradisi kuno. Tak hanya itu, asal muasal mereka yang juga bisa berasal dari wilayah pedesaan tidak boleh minder. Karena warga desa dan kota sama saja, semua tergantung kemauan mereka.
Lelaki kelahiran Sambas, Pulau Kalimantan itu juga menyampaikan, saat ini sudah banyak perguruan tinggi yang menyediakan beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an. Untuk itu, ia berpesan agar santri di ponpes tersebut lebih rajin belajar dan menghafal Al-Qur’an. Agar nantinya jika mereka hendak kuliah bisa melalui salah satu jalur beasiswa tersebut.
“Tidak boleh minder, bahkan kalian harus berani. Apalagi perguruan tinggi sudah banyak membuka beasiswa dengan syarat hafal Alquran, jadi harus rajin menghafal dan memahaminya,” kata Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Al-Makkiyah , Kiai Makki Al-Hamid menyampaikan, semua santri harus banyak belajar banyak hal, mulai dari ilmu agama, sosial, bahkan ilmu politik. Kata beliau, salah satu yang patut dicontoh adalah Mathur Husyairi, karena ia ia adalah seorang santri, namun ia juga adalah seorang politisi yang memiliki jiwa sosial tinggi.
Beliau juga mengatakan, sepak terjang Mathur Husyairi juga patut dijadikan pelajaran dan menjadi motivasi bagi para santri. Ia adalah anggota legislatif yang lahir dari keluarga petani. Ia adalah seorang santri. Mathur seorang aktivis. Dan dia juga sebagai anggota DPRD.
“Makanya, kita semua harus belajar sama beliau dan korek ilmunya, ilmu itu akan menuntun kita kemana arah hidup kita ini,” jelasnya.

















