Polres Sampang Imbau Tak Lakukan Latihan Gerak Jalan di Jalan Protokol

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Para peserta lomba gerak jalan yang hendak meramaikan peringatan hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti, diimbau tidak menggunakan jalan protokol untuk jalur latihan.

Selain itu, para peserta lomba PBB dan gerak jalan tersebut juga diimbau untuk menghindari pelaksanakan latihan gerak jalan pada malam hari.

Ini penting dilakukan, agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas dan menganggu arus lalu lintas jika berlatih di jalur protokol yang ramai lalulintasnya.

Imbauan itu disampaikan oleh Kepala Satuan pembinaan masyarakat (Kasat Binmas) Polres Sampang, Madura, Jawa Timur, AKP Moh Mohni.

Baca Juga:  Dua Bocah yang Tewas Tenggelam Dapat Bantuan Dari Gubernur Jatim, Kades Prajjan Camplong Sampaikan Ucapan Terimakasih

Dalam himbauannya, AKP Mohni menyebut, selain menyebabkan kemacetan, kegiatan tersebut juga bisa menjadi titik terjadinya kecelakaan lalu lintas yang bisa saja terjadi di jalan.

Pasalnya, prediksi pengguna kendaraan bermotor menggunakan kecepatan tinggi yang tidak bisa diketahui secara pasti, sehingga dampak bahayanya cukup tinggi.

“Kita menghimbau kepada masyarakat, sekolah maupun instansi kedinasan agar tidak melakukan latihan gerak jalan di jalan-jalan protokol. Sebab hal itu membahayakan,” ujar Mohni, saat dikonfirmasi kontributor suarabangsa.co.id, Kamis (04/08/2022) via telepon seluler.

Baca Juga:  Gelar Audiensi, LSM Jatim Corruption Watch Tuding Kejaksaan Sampang Lakukan Pembodohan Publik

Sebagai langkah pengganti penggunaan jalan-jalan protokol untuk tempat latihan baris-berbaris, Mohni menyarankan kepada para pelatih, guru-guru, dan juga pihak sekolah agar menggunakan fasilitas yang ada di wilayah sekitar.

“Jika memang tetap tidak memiliki fasilitas untuk latihan, lebih baik memilih jalan-jalan yang memiliki kapasitas volume kendaraan yang sedikit, semisal jalan kampung ataupun tempat–tempat olahraga yang memiliki keamanan tersendiri,” imbaunya.

Jika harus terpaksa latihan di jalan protokol, perwira pertama dengan tiga balok emas di pundak ini meminta ada pengawasan dan pendampingan dengan menempatkan petugas pengawas didepan dan dibelakang peserta latihan PBB dan gerak jalan.

Baca Juga:  Kayu Kerangka Lapuk, Atap Ruang Perpustakaan Sekolah Dasar di Sampang Ambruk

“Langkah ini untuk meminimalisir adanya bahaya terhadap masyarakat ataupun pelajar yang akan berlatih PBB dan gerak jalan,” pungkasnya.

Leave a Reply