Harga Cabai Rawit Merah di Sampang Anjlok, Petani Sebut PPKM Disinyalir Jadi Pemicu

- Admin

Sabtu, 7 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Para petani cabai di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur merugi karena harga cabai anjlok tiga kali lipat dari harga normal. Penurunan harga terjadi karena hasil panen melimpah, sedangkan permintaan menurun.

Melimpahnya hasil cabai yang dipanen dengan kualitas baik ternyata tidak membawa keuntungan bagi petani, salah satunya petani cabai di Kecamatan Torjun, Sampang.

Petani justru mengalami kerugian di musim panen akibat anjloknya harga cabai di tingkat petani hingga tiga kali lipat per kilogramnya.

Baca Juga:  Teror! 2 Mobil dan 2 Motor Warga Banyuates Sampang Hangus Dibakar Orang Tak Dikenal

Biasanya, tengkulak membeli cabai mereka dengan harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini hanya berkisar Rp10 ribu per kilogram.

Satu di antara petani yang merasakan getah dari anjloknya harga cabai yakni Zainal, warga Desa Kara. Ia menduga, merosotnya harga cabai di tingkat petani dikarenakan adanya PPKM yang diperpanjang. Padahal hampir sebagian besar cabai panenan petani Sampang dikirim ke sejumlah pasar induk di Surabaya.

“Harganya murah sekali, harga jual petani semula Rp40 ribu tapi kini hanya Rp10 ribu per kilo. Ini dampak PPKM Level 4 yang selalu di perpanjang, pasar banyak yang tutup,” kata Zainal kepada kontributor suarabangsa.co.id, Sabtu (07/08/2021).

Baca Juga:  Musrenbang RKPD Tahun 2024, Ini Isu-Isu Strategis Pemkab Sampang

Menurutnya, anjloknya harga cabai juga lantaran para pengepul banyak stok. Apalagi di tengah PPKM konsumsi cabai menurun karena banyaknya UMKM yang tidak berjualan. Tentunya, fakta tersebut memberatkan petani untuk meraup pundi-pundi rupiah.

“Sekarang memprihatinkan. Biaya perawatannya yang tidak sedikit seperti upah pengolahan lahan serta harga pupuk dan harga pestisida juga naik, segalanya mahal sedangkan harga cabai anjlok,” kata dia.

Zainal menyebut, bahwa kondisi saat ini sangat berbeda dengan saat sebelum pandemi yang harga jual cabai masih bisa memberikan keuntungan bagi para petani.

Baca Juga:  Kanit Lantas Polsek Mulyorejo Tindak Tegas 107 Pelanggar Lali

“Akibat pandemi corona, petani cabai ini terpaksa meratapi kerugiannya. Jika dihitung, antara harga produksi dengan harga jual tidak berimbang dan itu menyulitkan kami untuk memulihkan modal pokok,” tandasnya.

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB