Harga Cabai Rawit Merah di Sampang Anjlok, Petani Sebut PPKM Disinyalir Jadi Pemicu

- Admin

Sabtu, 7 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Para petani cabai di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur merugi karena harga cabai anjlok tiga kali lipat dari harga normal. Penurunan harga terjadi karena hasil panen melimpah, sedangkan permintaan menurun.

Melimpahnya hasil cabai yang dipanen dengan kualitas baik ternyata tidak membawa keuntungan bagi petani, salah satunya petani cabai di Kecamatan Torjun, Sampang.

Petani justru mengalami kerugian di musim panen akibat anjloknya harga cabai di tingkat petani hingga tiga kali lipat per kilogramnya.

Baca Juga:  Sebanyak 27 Mobil Warga Longos Datangi PN Sumenep

Biasanya, tengkulak membeli cabai mereka dengan harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini hanya berkisar Rp10 ribu per kilogram.

Satu di antara petani yang merasakan getah dari anjloknya harga cabai yakni Zainal, warga Desa Kara. Ia menduga, merosotnya harga cabai di tingkat petani dikarenakan adanya PPKM yang diperpanjang. Padahal hampir sebagian besar cabai panenan petani Sampang dikirim ke sejumlah pasar induk di Surabaya.

“Harganya murah sekali, harga jual petani semula Rp40 ribu tapi kini hanya Rp10 ribu per kilo. Ini dampak PPKM Level 4 yang selalu di perpanjang, pasar banyak yang tutup,” kata Zainal kepada kontributor suarabangsa.co.id, Sabtu (07/08/2021).

Baca Juga:  Ketua AMPK Heran dengan Sikap Kasatlantas Polres Sampang yang Tebang Pilih dalam Penanganan Balap Liar

Menurutnya, anjloknya harga cabai juga lantaran para pengepul banyak stok. Apalagi di tengah PPKM konsumsi cabai menurun karena banyaknya UMKM yang tidak berjualan. Tentunya, fakta tersebut memberatkan petani untuk meraup pundi-pundi rupiah.

“Sekarang memprihatinkan. Biaya perawatannya yang tidak sedikit seperti upah pengolahan lahan serta harga pupuk dan harga pestisida juga naik, segalanya mahal sedangkan harga cabai anjlok,” kata dia.

Zainal menyebut, bahwa kondisi saat ini sangat berbeda dengan saat sebelum pandemi yang harga jual cabai masih bisa memberikan keuntungan bagi para petani.

Baca Juga:  DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

“Akibat pandemi corona, petani cabai ini terpaksa meratapi kerugiannya. Jika dihitung, antara harga produksi dengan harga jual tidak berimbang dan itu menyulitkan kami untuk memulihkan modal pokok,” tandasnya.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru