Batching Plant Milik PT Sejahtera Jaya Alim Mix di Sampang Diduga Abaikan Kenyamanan Warga Sekitar

- Admin

Selasa, 3 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Sejumlah warga Dusun Baban Satu, Desa Pangelen, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengeluhkan pengoperasian tempat usaha campur beton (Batching Plant) yang berada di tengah pemukiman warga.

Proses produksi campuran beton milik PT Sejahtera Jaya Alim Mix ini dianggap tidak memperhatikan aspek lingkungan. Suara bising mesin produksi serta asap debu yang dihasilkan dinilai sangat mengganggu kenyamanan warga.

Nurul Hayati, salah satu warga setempat mengaku sangat terganggu dengan kehadiran perusahaan readymix tersebut. Sebab, pengoperasian mesin usaha ini seperti tidak memperhatikan waktu. Bahkan mesin masih beroperasi hingga tengah malam.

“Apalagi saat memproduksi cor beton. Bunyi mesin yang bergetar membuat warga sekitar terganggu pada malam hari dan tidak bisa beristirahat dengan tenang. Beberapa rumah di sekitar selalu dipenuhi debu,” keluhnya, Selasa (03/08/2021).

Perempuan yang aktif di Forum Sampang Hebat (Forsa Hebat) tersebut sangat menyayangkan keberadaan Batching Plant di tengah pemukiman warga. Meskipun pengoperasiannya tidak dilakukan setiap hari, tetapi warga sekitar mulai merasa was-was akan bahaya polusi udara.

Baca Juga:  Puskesmas Ketapang Sampang Investigasi Kasus Keracunan Dua Bocah

“Kita merasa dirugikan dengan adanya kegiatan produksi campuran beton ini. Sebab, efeknya dari produksi ini adalah polusi udara. Debunya beterbangan kemana-mana. Awal-awal kami maklumi, tapi ke belakangnya kita tidak nyaman juga,” ujarnya.

Tentunya, lanjut dia, hal ini juga cukup mengkhawatirkan warga mengingat di masa pandemi Covid-19 ini, sesak nafas tentu menjadi ketakutan bagi semua warga.

“Bayangkan saja jika setiap hari kita menghirup debu semen, ini sangat berbahaya bagi tubuh, pasti akan digerogoti penyakit. Tanaman di areal persawahan saja terganggu apalagi manusia,” akunya.

Sebagai warga terdampak, dia juga mempertanyakan apakah ada studi Analisis terhadap Dampak Lingkungan (Amdal) atau tidak karena sudah sangat mengganggu.

Ia mengaku tidak begitu mengetahui perizinannya, sebab mereka tidak pernah mendapat undangan oleh pemilik usaha untuk melakukan proses perizinan usaha di lingkungan mereka.

“Kita juga tidak tau soal perizinannya, apakah memang ada atau tidak, tapi seharusnya sebelum izin itu keluar pasti ada persetujuan juga dari masyarakat sekitar. Selama ini, kita tidak pernah diminta soal itu. Tau-taunya terima debu,” paparnya.

Baca Juga:  Ular Piton Sepanjang 5,2 Meter Bahayakan Warga Sampang, Petugas Damkar Turun Tangan

Nurul berharap Pemerintah Kabupaten Sampang mengkaji ulang soal keberadaan perusahaan tersebut, mengingat keberadaan perusahaan ini dikhawatirkan akan mengancam kesehatan dan kenyamanan warga sekitar.

“Kalau dibiarkan sama saja dengan merusak lingkungan. Ini kan polusi, pemerintah daerah harus berani menindak atau menegur perusahaan minimal rutin menyiram debu-debu,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pengelola PT Sejahtera Jaya Alim Mix H Abdul Kodir membantah jika asap debu dalam proses produksi campuran beton mengganggu warga sekitar.

“Ini kan keluhan, harus dilihat dulu apakah betul ada asap debu seperti yang di keluhkan warga. Itu harus di cek dulu,” kata pria yang kerap disapa Haji Kodir.

Terkait adanya keluhan asap debu serta kebisingan yang dianggap mengganggu warga sekitar, Ia mengatakan jika apa yang di keluhkan warga tersebut tidak benar.

“Jika soal bising, ini bisingnya dari mana kalau bisingnya dari truk, banyak truk-truk pasir yang lewat. Tapi kalau bisingnya dari bunyi mesin, mari kita lihat bersama,” dalihnya.

Baca Juga:  Satpol PP Amankan Pengamen Dibawah Umur, Predikat Sampang Kabupaten Layak Anak Dipertanyakan

Disinggung soal pembuangan limbah industri, pihaknya mengklaim sudah menyiapkan saluran pembuangan khusus. Soal air yang mengalir ke areal persawahan warga, kemungkinan itu dari saluran toilet yang ikut terbawa arus.

“Kalau limbah dari batching plant itu ada khusus, didalam sudah ada. Itu bukan saluran air untuk limbah tetapi itu saluran biasa. Jika air limbah itu dianggap mengandung semen, apa sudah di cek,” ujar Haji Kodir.

Haji Kodir mengaku jika keberadaan PT Sejahtera Jaya Alim Mix sejak berdiri tidak pernah ada keluhan warga sekitar yang disampaikan secara langsung kepada dirinya.

“Selama hampir tiga tahun berdiri tidak pernah ada warga yang mengeluh, baru kemarin ada salah seorang warga yang telepon saya mengeluhkan soal keberadaan perusahaan itu,” akunya.

Demi kenyamanan bersama, pihaknya berjanji siap menampung semua aspirasi dan keluhan warga desa setempat.

“Kami akan terbuka dengan siapa saja dan siap komunikasi baiknya seperti apa. Jika ada kelalaian, kami akan segera perbaiki,” tandas Haji Kodir.

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB