Kecolongan Acara Dangdut, Satgas Covid-19 Kecamatan Camplong Sampang Tuai Kritik

- Admin

Minggu, 18 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Warga Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mempertanyakan efektivitas adanya Satgas Penanganan Covid-19 setempat terkait ketegasannya dalam menerapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Satgas Covid-19 Kecamatan setempat dianggap tidak bekerja efektif sehingga kecolongan dan terkesan membiarkan adanya pagelaran dangdutan. Diketahui, konser dangdutan tersebut digelar oleh warga Dusun Pocolan, Desa Taddan.

Konser dangdut yang digelar pada Minggu (18/07/2021) siang itu sempat geger lantaran diselenggarakan di tengah pemberlakuan PPKM darurat dan dihadiri oleh banyak warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Halal-Bihalal Virtual, Bupati Pamekasan Ajak ASN Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Padahal, masa PPKM darurat kegiatan hajatan tidak diperbolehkan. Hal itu tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Sebelumnya, pemerintah masih mentolerir pelaksanaan resepsi pernikahan dengan maksimal dihadiri 30 orang dengan menerapkan prokes ketat. Tetapi, aturan itu kemudian direvisi dengan disebutkan bahwa pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM darurat seperti saat ini.

Abdur Rohim, salah satu warga Kecamatan Camplong sangat menyayangkan adanya konser dangdut tersebut. Ia juga merasa sedih saat melihat warga dan para musisi yang hadir tanpa memikirkan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Putra Kiai di Jombang P-19

“Aparat setempat mana, tim Satgas Covid-19 Kecamatan ini kemana saja. Kenapa mereka baru datang dan membubarkan saat acara dangdutan itu mau selesai,” tutur Rohim pada kontributor suarabangsa.co.id.

Dirinya pun meminta tim Satgas Covid-19 bersikap tegas dengan memproses hukum para pihak yang terkait dengan gelaran konser. Ia juga meminta agar aparat tegas dalam menjalankan ketetapan hukum pada masyarakat, demi memutus mata rantai Covid-19.

“Kalau mau serius dalam penegakan aturan jangan setengah-setengah, jika satu tidak boleh maka yang lain wajib dilarang dong. Ini yang cenderung menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat, kami minta ini benar-benar di proses,” tandasnya.

Baca Juga:  Rancangan Teknokratik RPJMD Lima Tahun, Pemkab Sampang Bahas Isu dan Sasaran Penting

Sementara itu, Camat Camplong Saffak saat dikonfirmasi via telepon selulernya mengatakan jika pihaknya saat ini masih berada dilokasi pagelaran orkes tersebut.

“Maaf iya. Bentar lagi, ini kami masih komunikasi dengan tuan rumahnya,” kata Saffak secara singkat sembari menutup telepon.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru