Rapid Test Antigen untuk Syarat Perjalanan Tak Lagi Gratis, Begini Kata Plt Kadinkes Sampang

- Admin

Jumat, 18 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pemeriksaan rapid tes antigen di seluruh puskesmas di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur yang sempat digratiskan pada masyarakat umum untuk pemenuhan syarat perjalanan itu, kini sudah berbayar.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang Agus Mulyadi, mengatakan bahwa kebijakan Bupati menggratiskan rapid tes antigen di seluruh puskesmas itu untuk kecepatan tracing (pelacakan) pasca adanya peningkatan kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

Namun saat ini, kata dia, kebijakan untuk tes antigen gratis ini sudah di cabut dan tak akan berlaku untuk syarat perjalanan darat atau udara. Dalam hal ini, masyarakat tetap harus menggunakan biaya sendiri.

Baca Juga:  Dalam Rangka Pengamanan Pilkada, Polres Sumenep Gandeng IPSI

“Sejak hari Sabtu kemarin rapid tes untuk perjalanan ini sudah mandiri atau berbayar, yang masih gratis itu untuk ibu hamil, santri yang akan kembali ke pondok, pasien rawat inap, pasien yang di rujuk, pasien tracing, PMI dan program lain sesuai indikasi,” katanya kepada kontributor suarabangsa.co.id, Jumat (18/06/2021).

Menurut dia, ketentuan berbayar itu sudah berdasarkan aturan dari Pemerintah Pusat dan tidak hanya diterapkan di Kabupaten Sampang saja. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi mobilitas, sehingga penularan Covid-19 dapat diturunkan.

Baca Juga:  Anggota DPRD Sampang Ramai-Ramai Gadaikan SK untuk Pinjam Rp 500 juta hingga Rp 1 M

“Rapid tes untuk syarat traveling itu kenapa kok berbayar, karena memang pemerintah berharap tidak ada mobilisasi. Namun kalau terpaksa bepergian bisa memanfaatkan rapid tes yang sudah ada di pos penyekatan dan pengetatan,” imbuhnya.

Agus meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah dan bisa membatasi bepergian selama pandemi Covid-19 belum berakhir. Apabila tidak ada keperluan mendesak, kata dia, tidak perlu bepergian, sebab bepergian bisa memicu penularan Covid-19 di mana saja dan kapan saja.

“Penyebaran virus corona juga dapat terjadi ketika kita berada di dalam mobil saat melakukan perjalanan. Oleh karena itu, kami berharap agar masyarakat tetap berada di rumah, tetap berada di Sampang dan kita putus mata rantai ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Soal Papan Reklame Rusak di Simpang Tiga Diponegoro, Satpol PP Sampang Cek Perizinan

Agus berharap masyarakat juga tetap mampu menerapkan protokol 5M yang mencakup mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas.

“ingat jangan menyepelekan virus ini. Mari bantu kami dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini dengan menerapkan 5M, yang mana tujuannya agar kita semua terhindar dari penularan Covid-19 ini,” tutupnya.

Berita Terkait

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru