Gara-Gara Speed Trap di Jalan Imam Bonjol Sampang Dibuat Terlalu Tinggi, Sejumlah Pengendara Jadi Korban

- Admin

Sabtu, 12 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Salah satu tanda agar pengendara mengurangi kecepatan dengan pemasangan speed trap di titik rawan kecelakaan. Bentuknya bisa berupa tulisan peringatan, atau polisi tidur. Tujuan speed trap sendiri untuk mengingatkan pengendara di jalan raya, agar menurunkan kecepatan.

Namun keberadaan speed trap di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur itu dikeluhkan pengguna jalan serta pengendara bermotor. Mereka yang kerap bolak-balik melintasi jalur tersebut, tentunya bisa menyadari hal baru itu.

Sebab, keberadaannya sangat terasa ketika roda kendaraan melewati garis dengan ketebalan dibawah 4 centimeter tersebut. Seperti adanya kecelakaan yang diunggah di media sosial Facebook oleh salah seorang warganet.

Baca Juga:  Angin Puting Beliung Terjang Desa Paopale Laok Ketapang, Puluhan Rumah Rusak Parah

“Ternyata embong dol-ngandol memakan korban gaes, la jek bukka’ dol-ngandol jiyah,” kata warganet dengan logat madura yang viral di media sosial, Sabtu (12/06/2021).

Dikatakannya, bahwa ada beberapa pengendara yang jatuh disitu, semuanya mengalami luka serius dan motor mereka juga rusak jatuh di lokasi polisi tidur yang dibuat oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat tersebut.

Warganet pun heran dengan maksud pemerintah membuat speed trap tersebut. Jika memang untuk memberikan perhatian atau efek kejut kepada pengendara, tidak perlu setebal itu.

Baca Juga:  Warga Apresiasi Pemasangan PJU di Jalan Raya Tambaan-Prajjan Camplong

“Ya, banyak warga yang mengeluhkan pembangunan polisi tidur ini. Kalau memang harus ada, ya jangan terlalu tebal lah,” sesal warganet.

Sementara itu, Kabid Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang Agus Alfian saat dikonfirmasi mengklaim jika pemasangan speed trapp itu sudah dibawah standar maksimal.

“Itu sudah dibawah standar, kita nggak berani memasang speed trapp melebihi standar. Standarnya kan 4 centimeter dan itu dibawah 4 centimeter,” kata Agus kepada kontributor suarabangsa.co.id.

Diakuinya jika adanya speed trapp tersebut dikeluhkan sejak awal pemasangan. Namun, kata dia, pemasangan itu dilakukan atas dasar permintaan tokoh dan warga setempat, dengan tujuan untuk mengurangi kecepatan kendaraan agar tidak terjadi kecelakaan.

Baca Juga:  Rekrutmen Panwascam Dinilai tidak Transparan, Bawaslu Sampang Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi Publik

“Memang banyak yang komplain, tetapi setelah kami jelaskan tidak ada masalah kok. Sebab dilokasi itu memang di prioritaskan karena banyak anak-anak sekolah. Demi keamanan dan itu dipasang sudah lama, jadi tidak ada masalah,” tandas Agus.

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru