Dedikasi Eky Wahyudi untuk Majukan Pendidikan Pelosok Desa di Kabupaten Sampang

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. Tak hanya mencerdaskan anak bangsa, guru juga memiliki peran menggantikan orang tua selama berada di sekolah.

Perjuangan guru di pelosok desa patut diapresiasi. Berbagai tantangan harus dihadapi oleh guru tanpa tanda jasa ini demi bisa memberikan pendidikan pada anak-anak desa.

Seperti yang dialami oleh Eky Wahyudi, salah satu dari sekian banyak Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengajar di pelosok desa yang ada di Kabupaten Sampang.

Menurutnya, sejak mengabdikan diri pada 2005 lalu hingga sekarang dirinya tetap bersemangat mengajar anak-anak di SDN Pajeruan IV, Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Ia menambahkan, jarak dari rumahnya menuju sekolah tempatnya mengajar kurang lebih sekitar 30 Km. Jika tidak musim penghujan dirinya bisa cepat sampai mengunakan sepeda motor dengan memakan waktu sekitar 1 jam. Namun tidak halnya jika musim penghujan.

“Jika di musim penghujan, saya bisa sampai ke sekolah sekitar 1,5 jam. Sebab jalan yang biasanya dilewati tak bisa lagi dilalui. Hanya beberapa kilometer saja yang bisa ditempuh pakai kendaraan, selebihnya harus dilalui dengan berjalan kaki,” cerita dia kepada suarabangsa.co.id, Selasa (09/03/2021).

Pria kelahiran 1982 di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan ini mengaku selalu siap menghadapi segala rintangan selama di perjalanan. Pria bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) itu mengaku tetap semangat menjalani aktifitasnya.

Eky Wahyudi menyebutnya sebagai pengabdian, dengan niat ibadah membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Saya merasa senang dan bangga melihat anak-anak yang semangat belajar meski sekalipun berada di daerah pelosok yang jauh dari perkotaan,” ucapnya.

Menurut Eky, selama ini tak jarang dirinya tersungkur di jalan berlumpur. Sebab kondisi jalan memang licin. Namun yang ada dibenaknya, bagaimana pelajaran hari ini bisa diberikan kepada muridnya.

“Ya walaupun honornya pas-pasan, tapi melihat anak-anak di pelosok desa menjadi pintar ada kepuasan tersendiri bagi saya. Mudah-mudahan ada salah satu murid saya besok menjadi seorang pejabat,” doanya.

Saat ditanya apa harapan Eky kepada pemerintah, Ia berharap fasilitas sekolah di pelosok bisa dilengkapi. Selain itu akses jalan menuju tempat dirinya mengajar sebagai guru bisa segera diperbaiki.

“Saya masih bermimpi bisa menjadi seorang PNS, dan berharap pemerintah bisa menjadikan kami sebagai seorang guru PNS,” pungkasnya.

Baca Juga:  Jalan Hasil TMMD Sengkuyung Tahap II, Diresmikan Bupati Pati

Leave a Reply