Cegah Penyebaran DBD, Dinkes Sampang Lakukan Fogging di Kawasan Perum Manggis Square

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pada masa pandemi Covid-19, ketika konsentrasi masyakarat fokus pada penangangan Covid-19, ada penyakit rutin yang kerap berkunjung pada musim hujan, yaitu DBD (Demam Berdarah Dengue).

Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur melakukan fogging di kawasan Perum Manggis Square, Jalan Manggis RT 05 RW 03 dan RT 03 RW 03, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Minggu (14/02/2021) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kasi P2M Dinkes Sampang Samsul Hidayat mengatakan, pengasapan dilakukan sebagai tindakan pencegahan dari penyakit deman berdarah, agar tidak dapat berkembang biak jentik-jentik nyamuk DBD dan sekaligus bertujuan mencegah penyebaran Covid-19.

“Penyemprotan (Fogging Focus) adalah kegiatan yang dilakukan untuk memutus rantai penularan DBD dengan sasaran nyamuk dewasa. Dosis obat untuk fogging merupakan dosis yang diperuntukan untuk membunuh nyamuk dewasa sehingga aman pada manusia,” ujarnya.

Menurut Samsul, perlunya dilakukan pengasapan karena saat ini terjadi perubahan cuaca hujan yang tidak menentu. Kondisi itu berpotensi mengakibatkan terjadi genangan air sebagai tempat bersarangnya jentik nyamuk aedes aegypti penyebar penyakit DBD.

“Pengasapan ini dilakukan jika telah ditemukan penderita DBD di suatu wilayah dan merupakan penularan setempat (indigenous) serta adanya laporan kematian akibat penyakit DBD,” imbuhnya.

Samsul mengatakan, kekurangan Fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa dan meninggalkan polutan berupa bercak solar didalam rumah. Jadi, meski telah dilakukan fogging untuk mematikan dan memotong siklus penyebaran nyamuk Aedes Aegypti, kesadaran warga tentang kebersihan lingkungan sangatlah penting, yakni diawali dengan menjaga kebersihan sekitar rumah.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, selebihnya masyarakat harus tetap menggalakkan 3M. Selain melakukan 3M secara gotong royong, antisipasi masing-masing masyarakat perlu dilakukan agar efektif menjaga lingkungan. Bila ditemukan kasus, ia meminta segera lapor ke dinkes/puskesmas terdekat,” imbau Samsul.

Dikatakannya, 3M sangat efektif mencegah pembiakan nyamuk, yaitu menguras atau membersihkan tempat-tempat genangan air, menutup rapat tempat minum dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air seperti kaleng, botol dan lain-lain.

“Warga dapat berperan serta dengan langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang tidak diperlukan. Sebab barang yang tidak terpakai ini berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab DBD,” tanda Samsul.

Baca Juga:  Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang di Camplong Sampang Terancam Gagal Panen

Leave a Reply