Benih Padi Diserang Hama Tikus, Petani di Torjun Sampang Galau

- Admin

Jumat, 13 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Sejumlah petani di Desa Kodak, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang kini tengah galau akibat serangan hama tikus di wilayahnya. Binatang pengerat tersebut merusak benih padi yang baru ditabur petani. Akibat serangan ini, petani pun kesulitan saat proses pembibitan.

Malahan, beberapa petani mengaku harus keluar uang ekstra untuk membeli benih. Penyebabnya, saat membuat benih dan benih-benih itu belum sampai tumbuh sudah dirusak tikus. Akibatnya, warga ada yang sampai tiga kali membuat benih, sebelum masa penanaman tiba.

Seperti yang dikeluhkan oleh Mad Tiksan (52). Petani asal Dusun Masaran ini mengaku bahwa, hama tikus tersebut menyerang benih padinya yang baru berusia beberapa minggu saja. Imbasnya, ketika dirinya hendak memulai tanam, benih-benih tersebut rusak dan habis dimakan oleh hewan pengerat yang satu ini.

Baca Juga:  Polres Sampang Buru Pelaku Penganiayaan Berujung Kematian di Desa Lar Lar Banyuates

“Pas kami mau mulai tandur, benih yang sudah disemai ini rusak dan habis dimakan tikus. Memang aneh, biasanya kan hanya menyerang tanaman padi yang sudah berbuah atau akan dipanen,” keluhnya, Jumat (13/11/2020).

Menurutnya, untuk mencegah semakin ganasnya serangan hama tikus membuat petani melakukan berbagai upaya. Setiap hari petani pun memburu tikus, mulai dengan cara manual pakai kayu hingga pemasangan racun tikus, namun hasilnya belum maksimal.

“Masing masing petani juga melakukan upaya sendiri dengan memasang perangkap dan pemusnahan sarang tikus. Benih-benih padi ini harus diselamatkan karena petani sangat bergantung mendapatkan uang dari hasil panen,” tandasnya.

Baca Juga:  Antisipasi Bencana Musim Hujan, BPBD Sampang Pangkas Pohon Rawan Tumbang di Jalan Raya Torjun

Hal yang sama juga dirasakan, Musrifah, petani asal Dusun Caregan, Desa Kanjar. Dia mengaku bingung, karena selain ada serangan hama tikus, dirinya juga kesulitan untuk mencari pupuk. Hal ini dirasakan oleh semua petani karena hampir seluruh petani kebingungan soal pupuk.

“Bahkan saat ini kami masih kesulitan mencari pupuk. Kami berharap agar ada tindak lanjut dari pemerintah daerah, baik soal kelangkaan pupuk maupun soal serangan hama tikus ini,” ujarnya.

Bertani ini, kata dia, merupakan satu-satunya usaha yang bisa dilakukannya, sehingga diserang hama berkali-kali sampai tanam ulang ini dilakukan sudah menjadi resiko petani. Meskipun modal bertani dengan hasil pinjaman, namun ia tetap berusaha peruntungannya dengan kembali menanam benih padi.

Baca Juga:  Berkah Ramadhan, Perguruan Silat Surban Putih Sampang Santuni Anak Yatim dan Kaum Duafa

“Modal diawal sudah gak ada, 3 kali tanam benih padi gagal terus. Terpaksa kita mulai lagi walaupun harus pinjam sana-sini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru