PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Euforia tahun Baru 2021 masih tetap terasa bagi sebagian orang, meski dalam situasi Pandemi covid 19.
Namun tidak dirasakan bagi Khusnul Khotimah (48) warga Dusun Oberen Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Pamekasan ini.
Ia harus merawat dengan susah payah menghidupi Ibunya yang lumpuh, dan Budenya yang sudah lanjut usia.
Khusnul Khotimah yang bekerja hanya sebagai buruh tani musiman itu, saat ini merasa sangat khawatir dengan nasib keluarganya.
Bagaimana tidak, selain ibu yang sudah lumpuh, Bude yang sudah lanjut usia, juga rumahnya juga hampir roboh.
Saat ditemui di rumahnya Khusnul mengaku tidak tau harus berbuat apa, Ia hanya bisa berpasrah dan berdoa, mengingat dirinya seorang perempuan dan hanya bekerja sebagai buruh tani musiman, Jum’at (01/01) pagi.
“Mungkin tinggal nunggu waktu saja robohnya rumah saya ini mbak,” ucap Khusnul keluh.
Apalagi di musim hujan seperti saat ini, jangankan hujan deras disertai angin kencang, hujan sedang saja dirinya dan keluarga sudah kebanjiran.
Hal itu dikarenakan bagian atap rumah Khusnul sudah hancur dan semua genteng banyak yang hancur dan terbuka karena dimakan usia bangunan.
“Kalau untuk dimakan saya dapat BPNT dari Pemerintah, tapi untuk benahi rumah itu sangat mustahil bagi saya,” katanya.
Khusnul saat ini hanya bisa berdoa dan berharap ada keajaiban juga pertolongan dari Allah, melalui Pemerintah, para Donatur, Dermawan, dan Relawan, sehingga nantinya rumahnya bisa di benahi atau direnovasi.
“Semoga saja doa saya selama ini dikabulkan oleh Allah SWT Aamiin,” ucap dan doa Khusnul sedih.

















