Salah Satu Kepala Dusun Desa Candi Dungkek Diduga Menggoyang Istri Tetangganya Sendiri

- Admin

Rabu, 22 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Mapolres Sumenep menerima laporan atas kejadian dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh LA salah satu oknum perangkat desa di Kecamatan Dungkek Sumenep terhadap ZN yang merupakan tetangga dekatnya, Selasa (21/04).

Pasalnya, ZN melaporkan atas kejadian tersebut ke Polres Sumenep, lantaran dirinya sudah tidak tahan dengan apa yang dilakukan oleh terduga pelaku LA yang melakukan tindakan yang tidak semestinya dilakukan sebagai salah satu perangkat desa.

Korban ZA melaporkan terduga pelaku LA ke Polres Sumenep langsung didampingi oleh keluarga dan termasuk anak kandungnya. Berdasarkan atas laporan yang diterima oleh Kanit SPKT III Bripka Asharul Fahrozi dengan nomor : STPL/87/IV/2020/JATIM/RES SMP. Selasa 21 April 2020. Pasalnya, kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu 18 April 2020 sekitar jam 01:00 dini hari di rumah korban.

Diketahui dari keterangan korban ZA, bahwa saat itu korban baru pulang nonton TV dari rumah saudaranya yang tidak jauh dari rumah korban. Sesampainya di rumah, korban langsung masuk menuju kamarnya untuk tidur, tapi tidak lama kemudian korban melihat terduga pelaku LA

Baca Juga:  Tiga Nelayan Sapeken Sumenep Melaut, Satu Orang Dikabarkan Hilang

Sampai di rumah, korban langsung masuk ke dalam kamar untuk tidur. Tapi tak lama kemudian ZA melihat terduga pelaku. Karena kaget, ZA mencoba berteriak minta tolong. Sayangnya, upaya itu tidak bisa diteruskan karena korban diancam untuk dibunuh oleh L.

Dalam kondisi ketakutan, korban hanya pasrah saat terduga pelaku memaksa hubungan badan layaknya suami istri. Parahnya, ZA mengaku peristiwa itu tidak hanya terjadi sekali, melainkan sudah sekitar 10 kali.

Karena sudah merasa sangat trauma dan malu atas kejadian yang sudah dilakukan berulang-ulang kali, lantas korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sumenep.

Baca Juga:  IPNU IPPNU Batang-Batang Dilantik

“Ini sudah banyak merugikan saya, juga melecehkan dan menginjak-injak nama baik keluarga dan desa saya,” kata MH putra korban saat ditemui awak media usai menerima LP di Polres Sumenep, Selasa (21/04).

Atas kejadian tersebut, MH membenarkan apa yang tertuang dalam BAP pihak Kepolisian. Bahkan MH juga sempat melakukan video terhadap kejadian yang dialami ibunya sendiri saat itu.

Hanya saja, MH tidak bisa memberikan kepastian mengenai kejadian tersebut dilakukan hingga 10 kali, sebab MH anak korban ZA baru datang dari pesantren yang ada di daerah Bandung Jawa Barat.

“Saat itu saya sedang duduk, dan memang saat itu saya melihat sendiri kalau ada orang masuk ke rumah saat itu, makanya saya video sebagai bukti kalau saya melihat sendiri kejadian itu,” katanya dengan bahasa Madura.

Hingga bahkan saudara kandung korban juga mengetahui bahwa ada seseorang masuk kamar saudaranya saat tengah malam.

Baca Juga:  Kadis Pertanian Sampang Bungkam Soal Pengadaan Mesin Pompa Air Senilai Ratusan Juta

“Saya sudah bilang ke bibi saya saat itu, bahwa ada orang masuk ke kamar ibu saya,” jelas MH.

Tanpa berfikir panjang dikarenakan emosi, bibi dari MH langsung menggedor-gedor pintu kamar korban, untuk memastikan atas keberadaan orang yang masuk ke kamarnya saat itu, dan benar saja di dalam kamar ibu dari MH tersebut melihat LA yang merupakan Kepala Dusun (Kadus) di desanya.

Oleh sebab itu, pihak korban meminta agar Polres Sumenep harus tegas dan profesional dalam mengusut kasus, dan pelaku harus diperoses secara hukum.

“Saya minta untuk diproses secara hukum yang berlaku,” harap MH.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Sumemep, AKP Widiarti S membenarkan jika ada warga Kecamatan Dungkek melaporkan dugaan pemerkosaan.

“Ia benar, dan akan ditindaklanjuti,” ujarnya singkat.

Berita Terkait

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan
Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal
Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP
Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini
PT BPR Bojonegoro Bungkam Soal Anggaran Konser Rp1,1 Miliar
Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan
Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah
Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:05 WIB

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:39 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:43 WIB

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB