Bantuan Beras Non Tunai Diminta Gunakan Beras Petani Lokal 

- Admin

Kamis, 12 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Aksi solidaritas yang dilakukan dengan cara melakukan audiensi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Pejuang Masyarakat Jawa Timur (FPMJT) bersama anggota Komisi II DPRD Sumenep di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Kamis (12/03).

Dalam gelar audiensi tersebut, FPMJT menyampaikan beberapa keluhan masyarakat terkait petani padi di Sumenep, yang merasa ditindih dengan adanya program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berupa paket Sembako.

Menurut Bambang Supratman selaku ketua FPMJT, bahwa pihaknya mengakui program BPNT turut membantu terhadap kebutuhan pangan dan sandang masyarakat Sumenep yang diberikan setiap bulan bagi keluarga yang kurang mampu dalam hal perekonomian. Namun, pihaknya juga menyampaikan ada rasa keberatan dari para petani yang ada di Sumenep.

Baca Juga:  Pasca Jalan Mulus, Desa Banjar Talela Camplong Gelar Lomba Gerak Jalan Pertama Kali Dalam Sejarah

“Kenapa bantuan yang berupa beras tidak menyuplai dari petani padi lokal yang ada di Sumenep, padahal jika pihak pemberi bantuan ingin membeli beras dari petani sendiri (sumenep.red) mereka juga mampu memberikan beras dengan kualitas premium, dan saya rasa juga akan mencukupi,” tegasnya.

Menurutnya, para petani padi dalam setiap tahun dengan lahan seluas kurang lebih 25.000 H.a menanam padi, dan produktifitasnya sekitar 7 ton per Ha. Sehingga petani padi di Sumenep mampu memproduksi padi sekitar 175.000 ton.

“Petani kita mampu menanam padi 2 sampai 3 kali dalam satu tahun, maka setidaknya akan ada pasokan beras lokal sekitar 525.000.000 ton per tahunnya,” imbuhnya.

Apabila beras yang diberikan pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah beras yang bermerk dengan kwalitas premium yang disuplai dari luar daerah, lalu akan seperti apa nasib beras hasil para petani di Sumenep, jilat terus seperti ini menurut Bambang, justru akan menguntungkan para pengusaha luar, sedangkan pihak pemerintah tidak melihat bagaimana nasib petani sendiri dengan tindakan demikian.

Baca Juga:  Polda Jatim Mutasi PJU dan Kapolres

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Moh. Iksan juga menyampaikan, bahwa pihaknya akan semakin senang apabila ingin menggunakan beras petani lokal pihaknya membuka tangan selebar-lebarnya, justru itu akan membantu perputaran ekonomi masyarakat agar lebih baik.

“Asalkan kualitasnya benar-benar terjamin dan layak konsumsi,” tegasnya.

Pihaknya menekankan apabila ingin menggunakan beras lokal, harus tepat sasaran, tepat kualitas, dan tepat harga.

“Yang pasti soal harga harus sesuai dengan kualitas barang,” imbuhnya.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep H. Subaidi turut mengungkapkan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi terhadap aksi ini, menurutnya hal tersebut memang merupakan perioritas pihak DPRD Sumenep dalam menyejahterakan rakyat Sumenep.

Baca Juga:  Memanas! Organisasi Sayap Partai PPP Sampang Adukan Dedi Dores ke Polisi dengan Pasal Fitnah

“Kami juga berusaha untuk penyediaan lumbung pangan ada di Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan Sumenep,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan permintaan LSM FPMJT terhadap penyaluran Program Sembako pada KPM agar supaya benar-benar menggunakan beras hasil petani lokal, pihaknya akan mempetimbangkan atas inisiatif tersebut, sebab menurut Subaidi, untuk realisasi progran tersebut ada peraturan yang harus diikuti, salah satunya termasuk emasuk kualitas beras dan suplayernya harus jelas.

“Inisiatif itu saya setuju, tapi kami butuh waktu untuk berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait,” tutupnya.

Berita Terkait

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru