Geger, Warga Batuputih Sumenep Temukan Semburan Mirip Gas di Area Persawahan

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Geger, semburan air yang keluar dari bawah tanah sambil mengeluarkan gelembung seperti sedang mendidih, membuat panik warga Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Rabu (26/2).

Ahmad Musahwan yang tidak lain adalah warga setempat, menceritakan bahwa semburan diketahui saat salah satu warga ingin menghidupkan air.

Sesampainya di lokasi terdengar suara gemuruh seperti air mendidih, dengan penasaran warga tersebut mendatangi lokasi bunyi yang awalnya tidak ia ketahui, dan ia melihat adanya semburan gelembung yang keluar dari dalam tanah.

“Melihat peristiwa itu warga merasa panik dan memberi kabar kepada warga warga lain,” terangnya.

Baca Juga:  Pasien Positif Covid-19 di Sumenep Bertambah 1 Orang

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan bahwa di lokasi semburan tersebut, sebelumnya merupakan sebuah sumur kecil yang memang sengaja dibuat oleh warga sekitar untuk mengairi sawah dan untuk mandi warga sekitar, dan akhirnya sudah lama tidak digunakan lagi.

“Ini dulu dibuat warga untuk mandi dan menyiram tembakau, tapi ini sudah lama tidak digunakan karena kalau musim kemarau airnya tidak ada,” jelasnya.

Menurutnya ini sebuah kejadian aneh, karena tidak hanya satu titik yang terjadi, melainkan hampir merata di area persawahan lain, sehingga warga setempat meminta kepada Pemerintah Sumenep untuk melakukan tindakan atas kejadian tersebut, ditakutkan akan ada dampak negatif yang tidak diinginkan, dan membahayakan warga sekitar.

Baca Juga:  Warga Tambak Mayor Surabaya, Suruduk Kawat Pembatas Jalan Tol

Camat Batuputih Arsudi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemantauan ke lokasi, dan pihak kecamatan melakukan pengecekan terhadap uap tersebut dengan cara disulut dengan menggunakan api, dan namun tidak ada reaksi dan tanda-tanda gas aktif.

“Setelah saya cek ke lokasi ternyata udara dan airnya tidak bau, saya buktikan dengan korek api tapi tidak menyala,” paparnya.

Arsudi mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk tidak panik, mengingat pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan Dinas terkait di Kabupaten Sumenep.

“Kami sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Sumenep dan OPD terkait agar diteliti keberadaannya berbahaya apa tidak,” tutupnya.

Leave a Reply