Kasus Pencabulan Belum Terungkap, Keluarga Korban Bawa Foto Terduga Pelaku ke Polres

- Admin

Jumat, 21 Februari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Kasus pencabulan yang dialami anak di bawah umur yang merupakan warga Desa Masalima Pulau Masalembu Kabupaten Sumenep belum menemui titik terang.

Hampir dua bulan kasus tersebut berjalan namun masih belum menemukan titik terang, paman dari korban Iskandar (31) mengaku heran terhadap kepolisian Sumenep, sebab ia masih melihat pelaku pencabulan keponakannya masih berkeliaran.

Oleh sebab itu, Iskandar bersama keluarganya terpaksa mendatangi Mapolres Sumenep dengan membawa foto teruga pelaku, Jum’at (21/02).

Kedatangan Iskandar ke Mapolres Sumenep, semula hendak menemui Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi, S.I.K., M.I.K untuk menanyakan kelanjutan dari kasus pencabulan yang menimpa keponakannya, yang masih di bawah umur.

Namun, renca audiensi Iskandar itu terhenti setelah bertemu Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S di kantin Mapolres.

Menurut AKP Widiarti, bahwa bapak Kapolres sedang persiapan untuk menuju Surabaya.

“Pak Kapol sedang persiapan menuju Surabaya. Pak Kasatreskrim sedang ada acara,” terang Widi.

Baca Juga:  Terkait Jabatan Kades 9 Tahun, Ini Kata Mantan Ketua Asosiasi Kepala Desa di Bojonegoro

Lanjut Widi, bahwa pihaknya sudah melakukan pemanggilan yang kedua, setelah panggilan pertama tidak diindahkan.

“Ya…sabar, pak. Ini kan orangnya sudah dipanggil. Pokoknya tenang dan percaya ke aparat penegak hukum, kasus ini masih berlanjut dan proses pemanggilan,” papar AKP Widi.

Di tengah obrolan di kantin Polres Sumenep itu, Iskandar menunjukkan foto yang diduga pelaku pencabulan keponakannya.

“Ini Bu orangnya, saya khawatir pak Polisi bingung nyari pelaku,” tegas Iskandar sambil menyodorkan gambar orang yang disebut pelaku pencabulan.

Iskandar sengaja membawa gambar pelaku pencabulan ke Mapolres Sumenep untuk membantu polisi dalam pencarian.

Kata Iskandar, SP, yang diduga pelaku sudah berada di Sumenep sejak akhir Januari. Namun, katanya, belum ada tindakan penangkapan atau penjemputan paksa terhadap SP.

“Ini mas orangnya. Sudah lama di Sumenep. Tapi kenapa kok tak ditangkap. Dari laporan kami ke Mapolres sudah 50 hari. Tapi pelaku masih bebas berkeliaran,” sebut Iskandar.

Baca Juga:  Kapolres Bojonegoro Silaturrahmi ke Dandim 0813, Kordinasi Terkait Kamtibmas

Usai menyampaikan kegelisahannya atas kasus pencabulan keponakannya tersebut yang masih tunggang-langgang, di depan wartawan dan Kasubag Humas Polres, Iskandar minta diambil gambar ke para wartawan, hal itu dilakukan agar para wartawan juga dapat mendampingin kasus tersebut hingga benar-benar selesai.

Iskandar berpose di depan pintu masuk kantor Mapolres Sumenep sambil menunjuk gambar orang yang dituding Iskandar sebagai pelaku pencabulan keponakannya yang masih di bawah umur.

Sebagaimana yang diketahui, bahwa kasus tersebut sudah berjalan selama kurang lebih dua bulan lalu, tepatnya pada tanggal 23 Desember 2019 lalu, yang pada saat itu pelaku melakukan aksi bejatnya di pinggir pantai dekat landasan di Dusun Ambulung, Desa Sukajeruk, Pulau Masalembu, Sumenep, Madura, dan korban atas nama Bunga (14) (nama samaran) seorang siswi yang tega dicabuli SP (45) tetangganya sendiri.

Baca Juga:  Membanggakan, Dua Siswa MTs Kholid Bin Walid Harumkan Nama Pamekasan

Tidak baru kali ini kasus tersebut dilaporkan oleh korban dan keluarganya, namun kasus tersebut sempat dilaporkan ke Mapolsek Masalembu. Namun Polsek Masalembu berdalih bahwa kasus tersebut adalah kasus khusus, sehingga korban dan orang tua korban disarankan melapor ke Mapolres Sumenep melalui Unit PPA.

Pada tanggal 30 Desember 2019, BH dan Bunga melalui kuasa hukum YLBH Madura melaporkan kejadian yang menimpa Bunga ke Unit PPA Mapolres Sumenep.

Pembina YLBH Madura, Kurniadi SH mengaku heran atas kinerja Polres Sumenep yang tak segera menangkap pelaku hingga saat ini dan sudah cukup lama kasus tersebut mengendap.

Menurut Kurniadi bahwa bukti dan saksi sudah jelas untuk menjerat pelaku pencabulan anak di bawah umur, seharusnya, pihak kepolisian segera menangkap pelakunya.

“Perkara ini sudah 60 hari dari kejadian. Dan sudah 50 hari dari laporan ke Polres, pelaku masih belum disentuh, Ini ada apa?,” tutupnya.

Berita Terkait

Soroti Belanja Modal dan Bansos yang Mandek, Golkar Bojonegoro Desak Evaluasi Total APBD 2025
Realisasi Pendapatan APBD Bojonegoro 2025 Lampaui Target, Capai 110,51 Persen
Perkuat Layanan Kanker, Siloam Hospitals Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator
Resmikan PT NPHI, Bupati Bojonegoro Lepas Pengiriman Perdana 7,5 Ton Chip Porang
EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional
Dituduh Pakai Ijazah Palsu, Anggota DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto Angkat Bicara
SDN Tanjungharjo IV Bojonegoro Padukan Konsep Modern dan Agamis, Kades Tegaskan Dukungan Pendidikan
Pengadilan Tipikor Jatim Bakal Periksa Terdakwa Kasus Korupsi BSPS Sumenep Pekan Depan

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

Pererat Kekeluargaan, Koperasi KAREB dan PT KAS Gelar Doa, Besok bersama warga desa juga lakukan hal sama, akan Santuni Ratusan Anak Yatim

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:42 WIB

Ojol Bojonegoro Berbagi 500 Paket Takjil di Jalan Pemuda

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:07 WIB

Ketua Projo Bojonegoro: Pengakuan Rismon Sianipar Adalah Kematian Narasi Fitnah Ijazah Jokowi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:27 WIB

Begini Suara Syukur dari Pedal Listrik, Kisah Lansia Bojonegoro Terima Bantuan Presiden RI Becak listrik

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:23 WIB

Menteri LH Bersama Bupati Bojonegoro Pimpin Curve, dan Bersih-bersih di Program Indonesia Asri

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:04 WIB

Bocil di Bojonegoro yang Sempat Dilaporkan Hilang, Keluarga Menolak Diotopsi

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:38 WIB

Orang Tua Siswa yang Kritik MBG Dilaporkan SPPG, Begini Komentar Ketua DPC Peradi Bojonegoro

Senin, 23 Februari 2026 - 12:39 WIB

Usai Viral, Aktivitas Pungli di TBB Tidak Terlihat Lagi

Berita Terbaru