BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Festival Blimbing Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu kembali digelar secara meriah pada Sabtu (7/11/2026). Event tahunan yang menjadi ikon pariwisata berbasis lokal di Kabupaten Bojonegoro ini diwarnai tradisi berebut gunungan raksasa berisi sekitar 10 kuintal belimbing segar khas setempat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono Dan Wakil Bupati Nurul Azizah, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Kalitidu Dan kepala desa se kecamatan Kalitidu.
Gelaran ini berhasil menyedot perhatian ratusan pengunjung yang memadati kawasan Agrowisata Petik Belimbing Ngringinrejo.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan kabar gembira mengenai penetapan Kabupaten Bojonegoro sebagai kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp). Keputusan tersebut diambil secara aclamation (unanimous) dalam Sidang Dewan UNESCO Global Geopark ke-11 di Paris, Prancis, pada Senin (2/11/2026).
“Selain lolos menjadi geopark dunia baru, Geopark Bojonegoro juga langsung meraih predikat Green Card (Kartu Hijau),” ungkap Setyo Wahono.
Pada kesempatan yang sama, Bupati mengapresiasi Pemerintah Desa (Pemdes) Ngringinrejo atas konsistensinya menyelenggarakan kegiatan tahunan tersebut. Menurutnya, menjaga keberlanjutan event budaya dan ekonomi bukanlah hal yang mudah.
“Menyelenggarakan Festival Blimbing ini tidak mudah. Saya sangat mengapresiasi upaya Pemdes Ngringinrejo, terutama Kepala Desa yang berkomitmen kuat dalam menyejahterakan UMKM, khususnya para petani dan perajin olahan belimbing,” ujarnya.
Meski demikian, Bupati memberikan catatan evaluasi penting terkait pengembangan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area festival. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi warga tidak boleh hanya dibebankan kepada pihak desa semata, melainkan harus digarap secara lintas sektor oleh dinas-dinas terkait.
Ia menilai keterlibatan pelaku UMKM dalam festival ini masih perlu ditingkatkan dan ditata secara optimal.
“Keterlibatan UMKM dalam gelaran ini saya lihat masih kurang optimal. Kegiatan seperti ini tidak hanya dibebankan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tetapi harus didukung penuh oleh Dinas Perdagangan. Apakah ada perwakilan Dinas Perdagangan yang hadir di sini?” tutur Bupati saat mengecek kehadiran jajaran OPD.
Bupati Setyo Wahono menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyampingkan ego sektoral dan bekerja secara kolaboratif demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat harus dikerjakan bersama-sama dan saling bersinergi antar-OPD,” tegasnya.
Usai membuka acara secara resmi, Bupati bersama unsur Forkopimda naik ke panggung utama untuk ikut membagikan belimbing dari gunungan raksasa kepada warga yang memadati area festival.
Secara terpisah, Kepala Desa Ngringinrejo, Endang Sriwigati, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bupati, jajaran Forkopimda, serta para pimpinan OPD yang memberikan dukungan moral maupun kebijakan.
Ia berharap gelaran yang berlangsung selama dua hari tersebut mampu memutar roda perekonomian desa, meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Agrowisata Petik Belimbing Ngringinrejo, serta mendatangkan kesejahteraan bagi para pedagang kaki lima (PKL) dan petani belimbing di kawasan setempat.
Penulis : Takim
Editor : Putri


















