BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan bakti sosial (baksos) operasi katarak yang diselenggarakan oleh RSUD Padangan bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur.
Apresiasi tersebut disampaikan Ninik saat meninjau langsung kegiatan baksos di RSUD Padangan.
Ia mengaku terharu melihat perkembangan pesat rumah sakit tersebut di bawah kepemimpinan Direktur RSUD Padangan, dr. Ratih Wulandari, M.H., M.M.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua dokter mata yang tergabung di Perdami Jatim. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, saya sangat mengapresiasi RSUD Padangan atas terselenggaranya baksos ini,” ujar Ninik, Sabtu (31/10/2026). Bojonegoro.
Ninik mengenang masa ketika dirinya masih bertugas di RSUD Padangan, di mana fasilitas dan ketersediaan dokter spesialis mata masih sangat terbatas. Berbeda dengan kondisi saat ini, ia mendorong agar RSUD Padangan yang saat ini berstatus Kelas C dapat terus meningkatkan inovasi dan pelayanan hingga naik tingkat menjadi rumah sakit yang lebih modern.
“Dulu saat saya bertugas, kondisinya belum seperti ini karena fasilitas ruang operasi katarak harus mandiri. Sesuai arahan Bupati, ke depan rumah sakit ini harus naik kelas, sehingga inovasi dan pelayanan harus ditingkatkan agar lebih modern dan lebih baik,” jelasnya.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan master plan beserta lahan yang memadai agar area pelayanan RSUD Padangan bisa diperluas di masa mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Ninik juga menyoroti pentingnya penanganan katarak sebagai langkah pencegahan kebutaan di masyarakat.
Ia berharap kerja sama dengan Perdami Jatim tidak berhenti di RSUD Padangan saja, melainkan dapat diperluas ke lima RSUD milik Pemkab Bojonegoro lainnya.
“Kebutaan sering kali berawal dari katarak, ditambah kesadaran masyarakat yang belum sepenuhnya menerapkan pola hidup sehat. Karena itu, kami memiliki program pengecekan kesehatan dini agar masyarakat lebih peduli kesehatan,” kata Ninik.
“Kami berharap Perdami tidak hanya bekerja sama dengan RSUD Padangan saja. Bojonegoro saat ini memiliki lima RSUD milik Pemkab yang siap dilibatkan dalam program pemberantasan kebutaan,” imbuhnya.
Selain penanganan katarak, Ninik juga mengungkapkan bahwa Pemkab Bojonegoro terus memperkuat infrastruktur layanan kesehatan.
Salah satunya dengan membangun RSUD khusus pelayanan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kecamatan Kalitidu guna memberikan pelayanan kesehatan mental yang optimal.
Imbuhnya,Terkait jaminan kesehatan masyarakat, Dinkes Bojonegoro telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp180 miliar hingga Rp200 miliar pada tahun 2026 untuk mendukung program Universal Health Coverage (UHC).
“Bojonegoro saat ini sudah mencapai UHC dengan cakupan layanan kesehatan gratis hingga 99 persen untuk warga Bojonegoro. Kami telah menyiapkan anggaran sekitar Rp180 miliar untuk memastikan masyarakat Bojonegoro mendapatkan akses kesehatan yang layak,” pungkas Ninik.
Sementara itu, terkait pelaksanaan bakti sosial,yang daftar dan tercatat ada sekitar 140 pasien yang mengikuti tahap awal screening.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 pasien disaring kembali hingga terpilih 80 pasien yang memenuhi syarat untuk menjalani operasi katarak,dan rata-rata di ikuti para lansia dan bila ada pasien yang muda,maka perlakuan atau penangan khusus.
Dengan terlaksananya baksos ini, Ninik berharap para pasien dapat segera pulih, kembali beraktivitas dengan penglihatan yang lebih baik, serta hidup dengan sehat dan berbahagia.
Penulis : Takim
Editor : Putri


















