Bupati Bojonegoro Sulap Puskesmas Kepohbaru Jadi RSUD Kelas D

- Admin

Senin, 7 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas D di Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur diresmikan Bupati Bojonegoro, Senin (07/03/2022).

Peresmian tersebut dilakukan dengan pelepasan burung merpati bersama sama di halaman rumah sakit Rintisan RSUD Kepohbaru tipe D.

Rumah sakit rintisan tersebut awalnya berstatus puskesmas non perawatan yang berdiri tahun 1950. Perubahan status ini sejak Bupati Anna Menjadi Bupati maka Puskesmas tersebut menjadi RSUD tipe D.

RSUD tersebut sebagai penopang rumah sakit yang lainya dan potensi menjadi rujukan bagi warga yang berada di wilayah timur perbatasan dengan Lamongan dan Jombang serta warga Bojonegoro yang berada di pelosok timur tengara.

Baca Juga:  Kasus Gugatan TITD HOK Swie Bio Bojonegoro Mulai Ada Titik Terang, Akan Segera Dieksekusi?

RSUD Kepohbaru berdiri di atas lahan seluas 7.614 m² dengan luas bangunan 4.688 m² dan memiliki 2 lantai. RSUD beralamat di Jl. Raya Kepohbaru-Gunungsari No. 472, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.

RSUD Kepohbaru yang mempunyai Visi “melayani dengan sepenuh hati” tersebut, juga memilik 14 ruang pelayanan dan memiliki kapasitas tempat tidur sejumlah 50 ruang.

Ada pelayanan kesehatan umum, pelayanan kesehatan gigi, pelayanan kesehatan anak, pelayanan kebidanan dan kandungan, pelayanan bedah, pelayanan penyakit dalam, UGD 24 jam, pelayanan farmasi, ruang laboratorium, ruang pelayanan Instalasi radiologi, ruang pelayanan instalasi gizi, pelayanan Ambulance, ruang pelayanan rawat inap, ruang Pelayanan persalinan.

Baca Juga:  Paripurna Nota LKPJ Pj Bupati Bojonegoro 2023-2024 Lancar, Anggota DPRD Kompak Hadir

Menurut Direktur RSUD Kepohbaru, dr. Vera Agustina, sub bagian TU, seksi pelayanan medis, seksi asuhan keperawatan, dan kelompok jabatan fungsional, telah disusun dan dibentuk secara organisasi struktural.

“Sebagai langkah memaksimalkan pelayanan kesehatan, telah disusun struktur organisasi,” terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ani Pujiningrum. Menurutnya RSUD kelas D Kepohbaru merupakan wujud implementasi serta komitmen Pemkab Bojonegoro yang meraih predikat UHC (universal health coverage). Pada 2020, penduduk yang sudah tercover oleh BPJS Kesehatan sebesar 98,66%.

“RSUD Kepohbaru diharapkan dapat mendekatkan akses pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Bojonegoro di wilayah tenggara,” terangnya.

Baca Juga:  Tinjau Tanah Longsor, Kapolsek Bojonegoro Imbau Warga di Bantaran Sungai Bengawan Solo Tingkatkan Kewaspadaan

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam pidatonya mengatakan bahwa dengan status baru sebagai RSUD Kelas D Kepohbaru, diharapkan kepada tenaga medis harus meningkatkan pelayanan yang prima dan ramah terhadap pasien.

“Pasien mendapatkan keyakinan untuk berobat dan konsultasi. Apalagi, sekarang sudah didukung sarana prasana jalan yang sudah baik,” harap Bupati Anna.

Bupati Perempuan pertama kali di Bojonegoro Anna Mu’awanah menambahkan, Kedepan Pemkab Bojonegoro segera akan menyiapkan rumah sakit spesialis dari beberapa bidang kesehatan.

“Rumah sakit spesialis itu berada di Kalitidu,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan
Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro
Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Pertanian
Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama
Meski Pendapatan Lampaui Target, DPRD Bojonegoro Soroti DBH Migas hingga Program Gayatri
Bupati Bojonegoro Warning KPM Gayatri: Jual Ayam Bantuan, Siap-Siap Blacklist
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Setyo Wahono: WTP Bukan Sertifikat Anti-Korupsi

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru