SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Menyimpan uang di bank menjadi pilihan masyarakat untuk terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti hilang akibat dicuri ataupun karena rusak terkena air.
Namun di era teknologi ini, kejahatan digital semakin marak terjadi dan bisa menimpa siapa saja. Mulai dari phishing, skimming, hacking, penipuan serta peretasan data lainnya semakin menjamur.
Hal ini membuat kita perlu menggunakan perlindungan ekstra, serta berhati-hati dalam memberikan informasi, khususnya yang berkaitan dengan finansial.
Kendati telah berhati-hati, kejahatan digital juga masih bisa mengancam. Seperti yang baru-baru ini dialami oleh nasabah PT Bank Central Asia Tbk atau BCA Cabang Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Dana tabungan rekening senilai Rp 19,500.000 milik nasabah Bank BCA setempat, yang diketahui bernama Muhlis (33) raib.
Kepada media ini, Muhlis mengaku sangat menyesalkan hilangnya dana tabungan di rekening miliknya yang terjadi pada 23 dan 24 Februari 2022 kemarin.
Atas masalah tersebut, Muhlis meminta Bank BCA mengusut tuntas masalah itu dan berharap tabungannya bisa dikembalikan seperti sedia kala.
Menanggapi hal itu, Kepala Bank BCA Cabang Sampang Maryati mengaku telah menerima laporan tersebut langsung dari nasabah yang bersangkutan.
Kendati begitu, Maryati mengatakan pihaknya perlu melakukan investigasi lebih dulu untuk memastikan penyebab hilangnya uang milik nasabah tersebut.
“Laporan nasabah sedang kami proses, saat ini kami masih melakukan investigasi atas apa yang sebenarnya terjadi,” kata dia saat dikonfirmasi kontributor suarabangsa.co.id diruang kerjanya, Jumat (25/02/2022).
Disinggung soal tanggungjawab dari pihak bank BCA terkait pengembalian dana yang raib tersebut. Ia memilih enggan berkomentar.
“Kami belum bisa jawab ya, karena ini kan masih proses investigasi dan masih di cek dulu. Kalau ada pertanyaan dibuat tertulis saja, nanti kami sampaikan pada Humas BCA di Surabaya,” imbuhnya.
Namun, dirinya memastikan, jika hilangnya dana tersebut disebabkan oleh kesalahan sistem, BCA siap menggantinya. Namun, jika terbukti disebabkan karena kelalaian sang nasabah, itu menjadi tanggungjawab pribadi nasabah.
“Apabila itu terbukti kesalahan sistem, tentu BCA akan melakukan penggantian, namun apabila terbukti hal tersebut karena kelalaian nasabah maka menjadi tanggung jawab pribadi,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada para nasabah untuk tidak memberikan data yang bersifat rahasia kepada pihak manapun.
Adapun data rahasia yang dimaksud di antaranya, Personal Identification Number (PIN), One Time Password (OTP), Password, Response KeyBCA, Card Verification Code (CVC) atau Card Verification Value (CVV).

















