Bahas Rencana Pembangunan Jalan Tol Ngaroban, Warga Bojonegoro Singgung Kompensasi

- Admin

Rabu, 16 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Konsultasi publik Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas Ngawi – Bojonegoro – Tuban (Ngaroban) sepanjang kurang lebih 116,78 km.

Salah satunya Tokoh Masyarakat Bojonegoro dari Desa Brabowan, Parmani mengatakan bahwa adanya Rencana Jalan tol tersebut akan menggeser pola kehidupan yang ada di Desa Brabowan dan sekitarnya.

Apalagi rencana pembangunan jalan tol tersebut meliputi Solo Valley yang selama ini sudah puluhan tahun dirawat dan digunakan oleh para petani dan warga Desa Brabowan.

Parmani yang tidak lain adalah seorang Guru tersebut berharap ada pelibatan steakholder lokal, serta ada ganti untung sesuai yang ada di Desa Brabowan.

“Dengan kondisi tersebut apa yang akan dilakukan oleh pihak pemerintah, sedangkan tanah juga kebutuhan warga, jalan tersebut juga harapan semua warga, saya mohon pemerintah lebih adil dan bijaksana dalam melakukan kompensasi pada warga yang terdampak,” papar Parmani saat Konsultasi publik yang digelar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Rabu (16/02/2022).

Baca Juga:  Daring KNGI, Begini Harapan Bupati Bojonegoro Dengan Adanya Geopark

Sementara itu Sekertaris Daerah (Sekda) Nurul Azizah saat pembukaan Konsultasi di Gelombang dua menyampaikan bahwa konsultasi publik terkait pembangunan jalan tol yang akan melintas di Kabupaten Bojonegoro tersebut sangat bermanfaat untuk Kepala Desa dan Forpimcam yang akan dilewati jalan tersebut.

Menurut Nurul, akan ada dampak-dampak yang terjadi dari pembangunan jalan tol. Harapnya konsultasi publik tersebut dipergunakan dengan sebaik baiknya oleh semua steakholder masukan dari warga atau lingkungan yang terdampak jalan tol.

Masukan dari warga tersebut nantinya akan menjadi dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Hasil Amdal menjadi dasar pembangunan Detail Engineering Design (DED) jalan tol tersebut.

Baca Juga:  Fantastis, Anggaran Publikasi Media di Kabupaten Sampang Senilai Rp 1,73 M

“Dalam pertemuan kali ini tanyakan dan berikanlah masukan kepada pihak konsultan karena habis ini tidak ada dua kali pertemuan lagi,” jelasnya.

Secara terpisah, tim Teknis Perwakilan Kementerian PUPR, Ridwan Hoesin mengatakan bahwa dalam proses rencana pembangunan ruas tol sepanjang lebih kurang 116.78 km tersebut nantinya akan menggunakan skema kerjasama badan usaha dengan pemerintah daerah.

Rencana pembangunan jalan tol ini bisa dimulai pembangunan pada tahun 2023 apabila seluruh tahapan selesai dan tidak ada masalah.

“Kalau 2022 belum, mungkin 2023 pekerjaan baru dimulai, sesuai permintaan Daerah, dan tim larap belum turun, kita belum tahu dengan Tanah Solo Valley atau tanah warga nantinya,” jelasnya.

Baca Juga:  Perbup Nomor 15 2022 Dikabarkan Tuai Persoalan, Ini Kata Kepala DPMPD Bojonegoro

Nurul menambahkan, bila Pembagunan tersebut tidak ada kendala maksimal tiga tahun selesai dan pekerjaan akan dibagi tiga segmen di beberapa daerah Kabupaten, proses pembebasan tiap kabupaten selalu berbeda dan untuk Bojonegoro tim masih menunggu keputusan Kabupaten Bojonegoro.

“Khusus untuk Bojonegoro menunggu antara kementerian PUPR dan Pemda Bojonegoro, untuk pemerintah Bojonegoro sendiri sudah mengirimkan surat kepada kementerian dan dari kami sedang mengkajinya, Karena permintaan Pemerintah Bojonegoro maka Bojonegoro masih setatus quo,” pungkasnya.

Dalam konsultasi publik ini dihadiri oleh beberapa OPD, Forpimcam se Bojonegoro yang di lewati Jalan tol, Kepala Desa dan BPD, Tokoh Masyarakat Se Bojonegoro yang dilewati jalan tol, Konsultasi publik dibagi dua gelombang siang dan pagi sesuai Protokol kesehatan.

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB