BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dalam menyalurkan bantuan becak listrik bagi para pengayuh becak di Bojonegoro, Program ini merupakan bantuan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Welly Fritama, menjelaskan bahwa peran pemerintah daerah dalam program ini adalah melakukan pendataan calon penerima manfaat melalui para camat di seluruh wilayah Bojonegoro.
“Data kami himpun melalui para camat. Dari hasil pendataan, ditetapkan sebanyak 200 pengayuh becak sebagai penerima bantuan pada tahun ini,” ujar Welly saat memberikan keterangan kepada media Suara bangsa.
Lebih lanjut, Dalam proses seleksi Welly menekankan, bahwa pihaknya memberi pemberitahuan ke para camat untuk memprioritaskan pengayuh becak yang telah lanjut usia, khususnya yang berusia di atas 55 tahun.
Imbuhnya,Kebijakan ini diambil oleh Bupati Bojonegoro untuk meringankan beban fisik para pengayuh becak dalam mencari nafkah.
“Tujuan utamanya agar mereka bisa bekerja dengan lebih ringan, aman, dan nyaman. Mengingat usia mereka yang sudah tidak muda lagi, teknologi listrik ini sangat membantu mengurangi kelelahan fisik,” tambahnya.
Pemkab Bojonegoro mendistribusikan Merata hingga Kecamatan
Bantuan sebanyak 200 unit ini tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan, namun tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Langkah ini diambil mengingat data Dishub mencatat total terdapat sekitar 822 pengayuh becak di seluruh kabupaten.
Terkait operasional di lapangan, Welly menegaskan tidak ada perubahan aturan mengenai lokasi operasional bagi para penerima manfaat.
“Para pengayuh becak tetap diperbolehkan mangkal di tempat biasa mereka beroperasi. Tidak ada pengaturan khusus atau relokasi dari pemerintah daerah,” jelasnya.
Sebelum unit diserahkan, para penerima manfaat telah dibekali pelatihan teknis mengendarai becak listrik oleh Yayasan GSN.
Proses pengiriman unit dari Jakarta menuju Bojonegoro pun dilakukan dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian untuk memastikan bantuan sampai dengan aman.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan jasa becak, khususnya di titik-titik strategis seperti stasiun, terminal, dan pusat kegiatan ekonomi, sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan para pengayuh becak serta mendukung sektor UMKM di Bojonegoro.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















