BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Menindaklanjuti instruksi Presiden RI Prabowo Subianto terkait program nasional Gerakan Indonesia ASRI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar aksi kebersihan massal serentak pada Jumat (13/02/2026).
Kegiatan ini melibatkan ribuan personel dari unsur pemerintahan, TNI, hingga Polri di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Aksi yang dipusatkan di Taman Begawan Solo (TBS) ini dipimpin langsung oleh Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, didampingi jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Bojonegoro dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam amanatnya, Pembina Apel menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar urusan kebersihan fisik, melainkan sebuah misi edukatif untuk membangkitkan kembali nilai-nilai luhur yang mulai tergerus zaman.
“Presiden menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengadakan kurve. Dalam kearifan lokal kita, ini adalah sambatan, gotong-royong, atau krocokan. Inilah identitas bangsa yang harus kita lestarikan di tengah kemajuan zaman,” tegas Pembina Apel di hadapan ribuan peserta.
Pemilihan Taman Begawan Solo (TBS) sebagai titik utama bukan tanpa alasan. Sebagai “Wajah Kota” yang bersinggungan langsung dengan denyut nadi masyarakat, TBS menjadi simbol estetika dan keasrian Bojonegoro.
Namun, gerakan ini tidak berhenti di pusat kota. Secara sinkron, jajaran Polsek dan Koramil di 28 kecamatan se-Bojonegoro turut menggerakkan warga untuk membersihkan lingkungan masing-masing, menciptakan gelombang perubahan yang masif di tingkat akar rumput.
Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI)
Kegiatan bertajuk “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI” ini membawa empat pilar utama: Aman, Sehat, Resik (Bersih), dan Indah. Selain mengejar aspek keindahan, fokus utama lainnya adalah menjaga ekosistem dan kesehatan lingkungan jangka panjang.
“Lingkungan kita, siapa lagi yang menjaga kalau bukan kita semua,” pungkas Pembina Apel dalam pesan singkat yang sarat akan tanggung jawab sosial.
Dengan gerakan masif ini, Kabupaten Bojonegoro memposisikan diri sebagai pelopor daerah yang mampu menyelaraskan program strategis nasional dengan kearifan lokal demi kesejahteraan lingkungan berkelanjutan.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















