Plafon Gedung DPRD Bojonegoro Ambrol Lagi, Bukti Proyek Mewah Bermental Murah?

- Admin

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Sepertinya, plafon Ruang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro sedang ingin melakukan “aksi protes” menyusul rakyatnya. Pada Selasa (23/12/2025), di bawah guyuran hujan deras dan tiupan angin yang sebenarnya sudah menjadi “tamu rutin” tahunan.

Dari tampilan Video yang beredar di sosmed,plafon gedung megah di Jalan Veteran tersebut memilih untuk terjun bebas ke lantai. Insiden ini seolah menjadi déjà vu yang memuakkan. Hari Kamis 25/12/2025.Bojonegoro Provinsi Jawa timur.

Publik tentu belum lupa, pada tahun 2023, teras gedung yang sama juga sempat ambrol sesaat sebelum sidang paripurna dimulai, hal ini juga pernah di tulis dan di publish Suara bangsa.com.

Rupanya, gedung yang dibangun dengan anggaran fantastis di era Bupati Anna Mu’awanah ini memiliki tradisi unik: “Rontok sebelum waktunya.” Kemewahan yang Rapuh.

Baca Juga:  Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan

Gedung DPRD Bojonegoro di Jalan Veteran ini bukanlah proyek kaleng-kaleng—setidaknya jika dilihat dari angka di atas kertas. Dibangun di atas lahan seluas 3 hektar, gedung ini merupakan simbol kemewahan dengan total anggaran mencapai kurang lebih Rp 80 Miliar yang dikerjakan secara multiyears.

Namun, melihat plafon yang compang-camping hanya karena hujan, muncul pertanyaan satir, Apakah semennya dicampur dengan rindu, Sehingga begitu terkena badai sedikit saja, langsung rapuh dan ambruk.

Dari catatan Redaksi Suara bangsa, Secara regulasi, ambrolnya fasilitas publik yang relatif baru ini merupakan tamparan keras bagi implementasi UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Dalam aturan tersebut, terdapat pasal mengenai Kegagalan Bangunan (Pasal 63-67), di mana penyedia jasa konstruksi bertanggung jawab atas kegagalan bangunan selama jangka waktu yang ditentukan.

Baca Juga:  Mayat Tidak Dikenal Mengapung di Bengawan Solo, Warga Pilangsari laporkan ke BPBD Bojonegoro

Jika bangunan yang belum genap satu dekade ini sudah hancur berkali-kali, maka patut dipertanyakan,
Apakah beban angin dan air sudah dihitung dengan benar,. Di mana mata para pengawas saat baut-baut atau rangka itu dipasang.

Apakah spesifikasi yang dibeli sesuai dengan anggaran miliaran tersebut, atau justru terjadi “penyunatan” kualitas di tengah jalan.

Anggaran Mewah, Kualitas Payah
Berdasarkan data APBD Bojonegoro tahun 2021-2022, pembangunan gedung ini menelan biaya yang tidak sedikit, Pagu Anggaran Tahap I: Berkisar di angka Rp 75 – 80 Miliar.

Dari pantauan Awak media Suara bangsa,Gedung paripurna yang Dilengkapi dengan ornamen ukiran kayu jati dan interior yang seharusnya “berkelas dunia”.

Baca Juga:  Sah, Paripurna Penetapan 3 Pimpinan DPRD Bojonegoro Tanpa PDIP

Sangat ironis melihat Bojonegoro sebagai salah satu kabupaten dengan APBD tertinggi di Jawa Timur (rata-rata Rp 7-8 Triliun), namun memiliki gedung perwakilan rakyat yang “alergi” hujan.

Uang rakyat puluhan miliar seolah-olah hanya digunakan untuk membangun panggung sandiwara yang atapnya bisa runtuh kapan saja menimpa para pemerannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi apakah para wakil rakyat akan menuntut kontraktor atau justru kembali menganggarkan “biaya renovasi” dari kantong rakyat.

Jika renovasi kembali dilakukan tanpa audit total, maka gedung DPRD di Jalan Veteran ini bukan lagi menjadi simbol demokrasi, melainkan simbol pemborosan yang abadi.

Abdulloh Umar selaku ketua DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) di konfirmasi lewat telpon, tidak di angkat alias bungkam sampai saat ini.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
Tag :

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB