Gelaran Olimpiade Matematika di Bojonegoro Kisruh, Panitia Siap Mengembalikan Uang Pendaftaran

- Admin

Minggu, 7 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Dengan berbekal Surat edaran dan pengumpulan masa dalam Gelaran Olimpiade matamatika, Saryta Management Di demo Wali murid dan guru.

Dari penggalian Info Awak media SUARABANGSA.co.id, ternyata yang daftar dalam gelaran olimpiade dari target 1000 sampai 1,500 murid dari kelas 1 sampai 6 SD sederajat tersebut, membludak kurang lebih 8000 siswa yang mengikuti acara tersebut.

Dalam gelaran tersebut ternyata di bandrol regestrasi 55.000 dengan iming-iming hadiah dari laptop sampai hp dan sebagainya.

Dari peserta 8000 tersebut terjadi chaos, dan yang lebih mirisnya panitia tidak punya konsep yang matang dalam menyelenggarakan acara tersebut, tidak punya mitigasi yang tepat dalam menghadapi kekacauan tersebut.

Dalam gelaran ini Pihak Pemerintah Dinas Pendidikan Bojonegoro (Red:Diknas) dalam penelusuran awak media Suara bangsa belum bisa di konfirmasi, di duga kegiatan ini menjadi ajang terselubung pihak instansi yang mendompleng kegiatan program pemerintah dengan bekerja sama dengan swasta, dalam kejadian ini Awak media belum bisa mengkonfirmasi hal tersebut ke Diknas, beberapa kali kepala diknas tidak bisa di konfirmasi, staff Diknas Kabag yang menangani bidang tersebut juga belum bisa di konfirmasi.

Baca Juga:  Wakapolda Jatim Buka Pendidikan Bintara Polri Tahun 2020-2021

Ajang kelulusan peserta Olimpiade Matematika Tingkat SD/MI Se-Kabupaten Bojonegoro yang rencananya hari ini Grand Final, yang infonya di adakan tiga gelombang tersebut, mendadak chaos dan gaduh wali murid minta uang pendaftaran untuk di kembalikan Bojonegoro Minggu, 7 Desember 2025.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Bojonegoro Dengan Biaya Pendaftaran Ulang: Rp 55.000,- per peserta. Dari Kelengkapan, Peserta Wajib membawa nomor peserta, alat tulis sendiri, dan memakai kaos olahraga sekolah.

Untuk Pembayaran dan Konfirmasi dimulai dari tanggal 5-20 November 2025 melalui transfer bank BCA atau kolektif ke sekolah.

Baca Juga:  Transformasi 35 Puskesmas Dan RSUD Kepohbaru Bojonegoro Menjadi BLUD

Salah satu wali murid dari Sukorejo mengatakan, Karena orang tua tidak bisa menemukan anak nya dalam gelaran tersebut, selain itu saat akan keluar dan saat yang lolos, antara yang juara dan yang masuk di grand final kurang singkron dan tidak jelas, diduga panitia kurang provesional dan tidak ada Planing acara yang tepat, maka itu terjadilah chaos serta konflik pun terjadi, dan diduga saat chaos ketua panitia dan panitia lain tidak ada ditempat.

“Tak tinggal Sek rame podo demo perkoro ra sido (red:Tak tinggal masih ramai semua demo, perkara tidak jadi).podo njok balekno dweke(Semua ingin kembali uangnya).ra profesional panitiane (red:Tidak provesional panitianya), Panitiane wayahe buyar Ora di kon metu persekolahan (red:Panitianya, sudah saat nya keluar tidak disuruh keluar malah keluar bareng-bareng), malah metu bareng” Ahkire akeh bocah sing ilang (red:Akhirnya, banyak anak yang hilang),” ungkap wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Ansor dan KPNU Guluk-guluk Baksos di Lokasi Bencana Puting Beliung

Pihak kepolisian dengan kejadian tersebut Gerak cepat dan mengamankan panitia , hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Kota Bojonegoro AKP Agus El fauzi, S.SOS., Μ.Μ. dengan kejadian tersebut, Polsek beserta memangil pihak panitia beserta dan beberapa saksi dalam kegiatan tersebut, untuk bertanggung jawab dalam kegaduhan tersebut.

Menurut Kapolsek kota yang akrab di panggil Ndan Fauzi tersebut, pihak panitia telah bermusyawarah siap mengembalikan uang pendaftaran 55 ribu tersebut, dan sudah menandatangani perjanjian, uang pendaftaran siap dikembalikan dan dalam pengembalian tersebut pihak kepolisian siap mengawal.

“Panitia bersedia mengembalikan, njih (iya) sudah buat pernyataan,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Cucu Pertama Ketua Koperasi Kareb Bojonegoro, H. Sutrisno Bagikan 1000 Paket Sembako
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:55 WIB

Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan

Berita Terbaru