Direktur Rumah Sakit Sukma Wijaya Kurang Bersahabat Dengan Wartawan. Ada Apa Ya?

- Admin

Rabu, 2 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Direktur Rumah Sakit (RS) Sukma Wijaya, dr Siska Yunita Ratnaningtyas sepertinya kurang bersahabat atau diduga “Alergi” terhadap Wartawan.

Hal tersebut terjadi saat kontributor suarabangsa.co.id konfirmasi ke rumah sakit yang berlokasi di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu (02/04/2025) malam.

Direktur RS Sukma Wijaya, dr Siska Yunita hendak di wawancarai terkait dugaan lalainya pengawasan hingga menyebabkan kaburnya seorang pasien ketika sedang menjalani perawatan.

Saat wartawan mengkonfirmasi kabar itu, dr Siska dengan wajah tak bersahabat mempertanyakan perihal kedatangan wartawan sambil menanyakan identitas wartawan.

Baca Juga:  Edarkan Narkoba, Warga Kediri Terancam Nginap di Balik Jeruji Besi

“Anda siapa, dari mana. Mana kartu identitasnya, ambil dulu,” kata dr Siska menginterogasi wartawan dengan wajah judes.

Sebelumnya, ramai diberitakan seorang pasien dilaporkan keluarganya telah kabur dari salah satu kamar rumah sakit swasta tersebut.

Kaburnya pasien itu menandakan jika keamanan rumah sakit Sukma Wijaya masih lemah hingga pasien yang seharusnya dirawat justru kabur. Pengamanan yang tidak maksimal dikhawatirkan akan terjadi kejadian serupa.

Identitas pasien tersebut adalah Atma’i (70), warga Desa Bancelok, Kecamatan Jrengik  Kabupaten Sampang.

Baca Juga:  Bripka Liwail Amri, Sosok Polisi yang Gencar Edukasi Masyarakat Terapkan Prokes

“Kami menyayangkan kejadian ini. Ini pelayanan masyarakat lho. Ini harusnya pengamanannya ketat,” kata Abdur Rohim, aktivis sosial.

Rohim menyebut dia mengakhawatirkan kejadian yang serupa bisa saja terjadi. Bisa saja pasien yang yang lain kabur dengan mudahnya padahal masih perlu dirawat di rumah sakit.

“Berarti RS Sukma Wijaya masih dipertanyakan profesionalisme. Jika tidak profesional kan masyarakat yang jadi korban,” tandas Rohim.

Penulis : Abdus Salam

Editor : Putri

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB