Meskipun Ditolak Masyarakat, Bego Galian C Masih Berada Ringintunggal Bojonegoro

- Admin

Kamis, 9 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Penambangan pasir galian C yang rencananya mengali di tanah negara Solo Valey di Desa Ringintunggal Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur gagal.

Warga menolak galian C tersebut dan mengeruduk Balai Desa Ringintunggal.

Terjadi Musyawarah Desa (MusDes) oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Kepala Desa Ringintunggal bersama warga yang menolak adanya Tambang pada Senin 23 Agustus 2024.

Namun meskipun sudah mendapat penolakan dari masyarakat, alat berat excavator atau bego masih berapada di Desa Ringintunggal.

Masyarakat yang menolak adanya galian C mengancam akan bertindak jika galian C tersebut tetap dilanjutkan.

“Meskipun bego disembunyikan di situ dan tidak diambil keluar dari Ringintunggal, nanti bila tetap memaksa nambang, bukan Sugeng yang melaporkan, saya pun siap melaporkan ke Kepolisian,” ungkap KN warga yang engan disebut namanya tersebut.

Sejumlah warga yang ikut datang ke rapat di RT 10 Rabu malam (8/1) menyebutkan jika warga engan bertanda tangan meskipun dijanjikan bila penambangan pasir galian C di tanah negara tersebut terlaksana, mereka akan membiri kopensasi terhadap lingkungan, itupun jika nanti muncul pasirnya.

Baca Juga:  Pilkades Sumbertlaseh Bojonegoro Diduga Menyisakan Persoalan

“Baru janji-janji saja mas, nanti buat lingkungan juga ada, bila tidak ada pasirnya yaa tidak ada kopensasi,” ungkap warga yang mewanti – wanti agar tidak disebutkan namanya.

Dan Awak media SUARABANGSA.co.id mencoba mencoba menemui Kepala Desa Ringintunggal di Balai Desa, dan ternyata kepala desa infonya dari beberapa perangkat desa tidak berada ditempat.

Sementara ketika ditelpon tidak diangkat di chat lewat saluran WhatsApp tidak dibalas.

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun, bego untuk menambang pasir galian C masih di desa tersebut, lebih disembunyikan karena ada Isu akan ada Pejabat yang sidak.

“Infonya akan ada pejabat ke desa, makanya begonya disembunyikan dulu,” ungkap beberapa warga yang sedang melepas lelah dari sawah sambil menikmati secangkir kopi.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Laksanakan Sosialisasi Peraturan Cukai

Namun dari beberapa warga dari penulusuran Awak media warga Ringintunggal bila membahas Soal tambang saling kasak kusuk tidak Vulgar, dan hanya orang-orang tertentu yang diajak bicara.

“Banyak wartawan yang seliweran banyak warga asing masuk di Ringintunggal, Ringintunggal Viral broo,” jelas M yang juga sedang menikmati secangkir kopi, sambil menatap awak media penuh curiga.

Saat awak media menelpon hubungi salah satu warga yang bernama Sugeng, ternyata Sugeng ada di kota.

Dan hal tersebut dibenarkan oleh Sugeng warga Desa Ringintunggal itu orangnya tertutup dan mereka yang diam itu lah orang-orang yang menolak, dan mereka telah telpon Sugeng semua, dan yang membuat Sugeng geram adalah Orang luar desa yang berkolaborasi dengan orang dalam desa dan ingin menjarah aset Negara.

“Ditelpon, di WA tidak saya balas, dan saya dapat info, Bego dialihkan dan disembunyikan, selain saya sibuk kordinasi saya juga males untuk menjawab, apa yang saya lakukan ini demi kebaikan bersama kok, bukan kepentingan pribadi saya atau keluarga saya, dan apa yang dilakukan mereka sama saja penjarahan, mereka tidak peduli longsor, kekeringan, sumber mata air habis, mereka tidak memikirkan itu,” terangnya.

Baca Juga:  Tatap Pemilu 2029, Ketua DPD Golkar Bojonegoro: Pengurus Harus Kerja Nyata Bukan Sekadar Numpang Nama

Lanjutnya, Meskipun Bego disembunyikan Sugeng dan keluarganya mengaku tetap tidak setuju.

Sugeng mengaku sudah kordinasi dengan beberapa Instansi terkait, ternyata rencana galian C tersebut tidak punya izin.

“Siapa yang bertangung jawab bila rumah kakak saya longsor, siapa yang bertangung jawab bila terjadi bencana, apalagi daerah tersebut dekat Eksplotasi Migas, apalagi itu tanah negara, siapa yang bertangung jawab bila Pemkab tidak terima dan melaporkan ke pihak polisi, sebenarnya banyak warga yang tidak setuju sebenarnya tapi mereka tidak bersuara, mereka sudah telpon saya semua mereka,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Sidang Banggar Bojonegoro Memanas: Ajukan Tambahan Anggaran, DPMPTSP Justru Disemprot ‘Amburadul’ dan Anti-Kritik
Malam Sakral di Bojonegoro, BKN Gelar Murwa Karsa Sasi Suro, Dihadiri Tokoh Daerah hingga Mantan Kapolres
Buka Porkab II Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Ajak Atlet Bidik Prestasi Nasional dan Junjung Sportivitas
Bupati Bojonegoro Minta Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Diimbangi Layanan Responsif
Konflik Tak Kunjung Selesai, Ratusan Hektar Lahan Sawah si Bojonegoro Terancam Tidak Tergarap
Tak Lagi Jual Gabah Mentah, Bojonegoro Kini Punya Beras Premium Rojo Nogo
Remaja 18 Tahun di Bojonegoro Lakukan Aborsi Ilegal Dibantu Ibu Kandung
Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:04 WIB

Malam Sakral di Bojonegoro, BKN Gelar Murwa Karsa Sasi Suro, Dihadiri Tokoh Daerah hingga Mantan Kapolres

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:12 WIB

Buka Porkab II Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Ajak Atlet Bidik Prestasi Nasional dan Junjung Sportivitas

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:18 WIB

Bupati Bojonegoro Minta Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Diimbangi Layanan Responsif

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:09 WIB

Konflik Tak Kunjung Selesai, Ratusan Hektar Lahan Sawah si Bojonegoro Terancam Tidak Tergarap

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:07 WIB

Tak Lagi Jual Gabah Mentah, Bojonegoro Kini Punya Beras Premium Rojo Nogo

Senin, 29 Juni 2026 - 19:12 WIB

Remaja 18 Tahun di Bojonegoro Lakukan Aborsi Ilegal Dibantu Ibu Kandung

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:53 WIB

Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:48 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Logistik KPU Sumenep 2024 Memasuki Tahapan Ekspose ke Kejati Jatim

Berita Terbaru