Dinilai Arogan, Ratusan Wartawan se Madura Minta Kapolres Sampang Dicopot dan Demosi

- Admin

Senin, 20 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Sebagai wujud solidaritas, ratusan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pecinta Jurnalis (AMPJ) menggelar aksi damai didepan Mapolres Sampang, Madura, Jawa Timur, Senin (20/06/2022).

Pantauan kontributor suarabangsa.co.id dilokasi, aksi solidaritas ratusan wartawan se Madura Raya tersebut, mendesak agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersikap tegas dengan mencopot dan demosi Kapolres Sampang AKBP Arman.

Hal tersebut berkaitan dengan pernyataan AKBP Arman yang dengan arogan memerintahkan anak buahnya untuk tidak melayani konfirmasi dari media yang tak terdaftar di Dewan Pers serta wartawan yang tidak mempunyai kartu UKW.

Awalnya, ratusan wartawan itu berjalan melakukan longmarch dari taman kota Sampang menuju Mapolres setempat, dengan membawa puluhan poster dan membentangkan spanduk, mereka menyuarakan tuntutan Demosi Tour Of Area terhadap AKBP Arman.

Baca Juga:  Pic Up Ini Terpaksa Berurusan Dengan Pihak Kepolisian

Tiba di depan Mapolres, tidak ada penjagaan yang berarti. Beberapa anggota Polisi tampak santai menjaga pintu gerbang, sambil mengamati jalannya aksi unjuk rasa.

“Kami mendesak institusi Polri, khususnya Polda Jatim mencopot dan demosi oknum polisi Kapolres Sampang AKBP Arman yang telah menyinggung profesi wartawan,” kata koordinator aksi, Abdul Aziz Priyanto dalam orasinya.

Aziz menyatakan, perwira menengah itu telah mendiskreditkan profesi sebagian besar wartawan yang belum ber UKW. Bukan itu saja, kata dia, didalam video rekaman yang viral tersebut, AKBP Arman menyalahkan sistem Negara.

“Sejak AKBP Arman menjabat, kondisi kemitraan dengan media semakin buruk. Kapolres juga terkesan alergi kepada wartawan, dan saya heran sekali seorang AKBP bisa-bisanya menyalahkan Negara,” ujar Aziz.

Selain meminta Kapolres Sampang dicopot dan demosi, ratusan wartawan juga minta pihak kepolisian menghargai keterbukaan publik dan Undang Undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

Baca Juga:  Keluarga Qosim Protes Atas Perlakuan Polisi Terhadap Tiga Tersangka Pencurian Handphone di Sampang

“Secepatnya kami akan mengirimkan surat secara tertulis kepada Kapolri sebagai bukti keseriusan kami menyuarakan aspirasi rekan-rekan wartawan. Jika tidak direspons, kita akan melakukan aksi lanjutan,” tandas Aziz.

Hal senada juga dikatakan Hernandi Kusumahadi, salah seorang korlap aksi dalam orasinya menyampaikan, aksi yang dilakukan ratusan wartawan ini merupakan aksi solidaritas atas pernyataan Kapolres Sampang yang telah menyinggung profesi wartawan.

“Mana pak kapolres. Datang sini temui kami. Kami minta klarifikasi atas pernyataan yang telah mengusik profesi wartawan,” teriak pria yang akrap disapa Dedet.

Bahkan, kata Dedet, Kapolres Sampang sering memblokir nomor telepon wartawan ketika mau konfirmasi berita. Padahal, menghalang-halangi kegiatan jurnalistik merupakan perbuatan pidana dan bisa dihukum penjara dan denda Rp500 juta.

Baca Juga:  Penyaluran BPNT Diduga Tak Sesuai Aturan, Camat Camplong: Itu Kesepakatan Kades dan PT Pos Sampang

“Kami tidak butuh berita-berita Polres, kedatangan kami kesini karena kami merasa diusik dan terusik. Kapolres Sampang bodoh dan sok tau soal UU Pers dan Dewan Pers,” teriak Dedet.

Ironisnya, dalam aksi demo yang berjalan hampir tiga jam itu, Kapolres tetap tidak mau menemui para pendemo dengan alasan yang tidak jelas. Karuan saja, kabar tersebut membuat ratusan wartawan semakin kesal.

Aksi bakar kaos yang bertuliskan “Mitra Polres Sampang” pun dilakukan. Tidak hanya itu, ratusan wartawan juga membakar ban bekas sebagai bentuk kekecewaan terhadap Kapolres Sampang yang dinilai pengecut.

“Kapolres pengecut, segera hengkang dari Bumi Sampang. Kapolres Sampang tidak pantas dijabat oleh seorang pengecut. Kami sepakat, akan memboikot semua pemberitaan Polres Sampang, apapun bentuknya,” ungkap Dedet mengakhiri orasinya.

Berita Terkait

Suroan Pemdes Tanjungharjo Gelar Ngaji Bareng dan Santunan Anak Yatim
Ribuan Santri dan Pengurus NU Pulau Mandangin Sampang Tumplek Blek Peringati 1 Muharram
Peduli Jurnalis Tribrata TV, Jurnalis Pamekasan Bersatu Gelar Aksi
Soal Oknum ASN DPMD Sombong dan Minim Etika, Ini Respon Komisi I DPRD Sampang
Miris, Oknum ASN DPMD Sampang Dinilai Minim Etika
Diskusi Merajut Benang Kusut Disalah Artikan, Ini Kata Panita
Cegah Penyebaran DBD, Pemdes Dapenda Lakukan Bersih-bersih
Komunitas Jurnalis Pamekasan Gelar Diskusi Kode Etik Jurnalistik

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 05:05 WIB

Begini Pandangan Fraksi Gerindra Terhadap Nota Penjelasan Pj Bupati Bojonegoro

Senin, 8 Juli 2024 - 01:28 WIB

Pj Bupati Bojonegoro Sampaikan Nota Penjelasan Raperda Tentang RPJPD Tahun 2025-2045

Jumat, 5 Juli 2024 - 19:12 WIB

Sempat Cekcok, Akhirnya Satpol PP Pamekasan Tetap Tertibkan PKL

Kamis, 4 Juli 2024 - 16:11 WIB

Satpol PP Pamekasan Lakukan Penertiban PKL di Sekitar Arek Lancor

Selasa, 2 Juli 2024 - 11:05 WIB

Soal Oknum ASN DPMD Sombong dan Minim Etika, Ini Respon Komisi I DPRD Sampang

Senin, 1 Juli 2024 - 14:42 WIB

Miris, Oknum ASN DPMD Sampang Dinilai Minim Etika

Kamis, 27 Juni 2024 - 23:38 WIB

Masa Jabatan Diperpanjang, Kades Dapenda Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik dan Terus Berinovasi

Kamis, 27 Juni 2024 - 21:53 WIB

Paripurna Pandangan Terkait LPJ Bupati Diterima Fraksi-fraksi, Penetapan Raperda APBD Bojonegoro Gagal Tidak Quorum

Berita Terbaru

Pendidikan

Siswa SDN 2 Tamberu Pamekasan Belajar di Rumah Warga

Selasa, 16 Jul 2024 - 08:47 WIB

Pendidikan

Perlunya Koperasi Sekolah, Untuk Meringankan Wali Murid

Senin, 15 Jul 2024 - 14:23 WIB

Politik

Ra Imam Pepet Rekomendasi PPP di Pilkada Bangkalan

Sabtu, 13 Jul 2024 - 15:22 WIB