Nikmatnya Ngopi Sambil Ajak Para Pemuda Untuk Aktif Tangkal Radikalisme Ala Sat Binmas Polres Sampang

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Ngobrol santai sambil menikmati secangir kopi dengan bersenda gurau bisa menjadi pilihan bagi para pemuda di sela-sela aktivitas mereka.

Namun, saat Satuan pembinaan masyarakat (Sat Binmas) Polres Sampang, Madura, Jawa Timur, menyambangi mereka, ngopi dan ngobrol justru berubah jadi ruang sharing dan diskusi.

Kedatangan para pengayom masyarakat tersebut dalam rangka memberikan pencerahan kepada mereka untuk dapat menangkal dan mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme demi menjaga keutuhan NKRI.

Obrolan ringan sambil menikmati secangkir kopi di salah satu caffe yang berada di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Sampang, Rabu (15/06/2022) siang, sekitar pukul 13.00 WIB itu, membahas tentang bahaya paham radikalisme dan juga untuk mewaspadai paham radikal anti pancasila.

PS Kanit Bintibsos Satbinmas, Aipda Liwail Amri menyampaikan pesan kepada para pemuda supaya tidak terpengaruh dengan paham radikal yang menyesatkan. Dari beberapa kasus radikalisme dan terorisme, para pelakunya merupakan orang dengan usia yang bisa dikatakan masih muda.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan pesan Kamtibmas, diantaranya agar para pemuda bisa berperan aktif bahu membahu bersama Kepolisian dalam menjaga kamtibmas.

Baca Juga:  Bersama Rengganis Indonesia, FRPB Bersama Bantu Disabilitas di Pamekasan

“Dengan memberikan pemahaman seperti ini, kami berharap tidak ada pemuda yang terpapar paham radikalisme yang dapat membelah persatuan dan kesatuan. Sebagai pemuda, maka harus peka terhadap lingkungan sekitar untuk mencegah radikalisme,” ujarnya berpesan.

Menurut Aipda Liwail Amri, kegiatan yang dikemas dengan acara ngopi bareng tersebut adalah sebagai sarana sharing dan bertanya untuk menambah pemahaman serta wawasan.

“Kegiatan ini adalah sarana diskusi dan sharing, sehingga kita semua bisa paham bagaimana bahaya radikalisme terhadap kehidupan kita dan NKRI yang kita cintai ini,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan minum kopi bersama di warung, dapat mengecek kondisi kamtibmas wilayah serta bisa mendengarkan langsung masukan masyarakat. Kebiasaan nongkrong di warkop, memang sudah umum dilakukan warga. Tak heran bila banyak informasi yang bisa digali guna mendukung harkamtibmas.

“Sembari ngopi juga kami sampaikan pesan-pesan kamtibmas dari Kepolisian. Utamanya untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme, terorisme dan berita hoax, juga isu-isu provokatif,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengajak para pemuda untuk ikut aktif dalam kegiatan sosialisasi menolak paham radikal dan anti pancasila kepada masyarakat sekitar, guna menciptakan kamtibmas yang aman dan kondusif.

Baca Juga:  Gelar Buka Puasa Bersama, Momen DPC PPP Sampang Pererat Silaturrahmi Bersama Seluruh Kader

“Dengan ngopi bareng ini diharapkan seluruh lapisan masyarakat bisa ikut serta mencegah masuknya paham radikal dan gerakan anti pancasila, karena sangat membahayakan terhadap Keutuhan NKRI,” tambahnya.

Ditegaskannya, bahwa pihaknya selalu mengingatkan tentang bahaya masuknya paham radikalisme pada warga masyarakat agar jangan sampai terlena dengan adanya oknum-oknum yang dapat memecah belah bhineka tunggal eka.

Aipda Liwail Amri menilai, penyebaran paham radikalisme saat ini sangat marak melalui media sosial. Dimana sasarannya adalah anak-anak muda.

“Kita melakukan pencegahan sejak dini, karena saat ini marak masuknya paham-paham radikalisme, ini mengancam NKRI. Untuk itu, jangang sampai paham-paham yang merusak NKRI dan Pancasila itu masuk ke daerah kita,” tuturnya.

Selain mengingatkan tentang bahaya paham radikalisme, ia juga menyampaikan himbauan terkait maraknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kepada para peternak, dirinya meminta untuk tetap siaga, namun tidak panik.

“Kami menghimbau masyarakat agar tidak perlu panik ataupun khawatir terkait dengan adanya penyakit PMK ini. Kami juga terus melakukan pengawasan secara menyeluruh, segera melapor ke petugas apabila hewan ternaknya mengalami penurunan kesehatan,” tandasnya.

Baca Juga:  Pelaku Kasus Pembacokan Warga Manding Akhirnya Menyerahkan Diri

Sementara itu, Dimas, salah satu tokoh pemuda yang ikut ngopi bareng menuturkan, bahwa saat ini paham radikalisme berkembang dengan pesat. Terkait hal itu, ia menyampaikan siap menjadi garda terdepan melawan paham tersebut.

“Kita juga harus bisa melihat ke depan untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi pemuda-pemuda yang ada di Kabupaten Sampang,” ujar Dimas.

Selain itu, Dimas mengakui paham radikalisme cepat menyebar melalui media sosial. Ia menambahkan kini sangat banyak berita bohong bertebaran. Hal itu membuat pihaknya harus memiliki kemampuan menganalisis berita-berita yang tersebar ke masyarakat luas.

“Kita sebagai pemuda harus bijak dalam penggunaan sosial media, jangan mudah percaya dan menyebar berita yang belum jelas kebenarannya. Kita harus tahu dulu berita itu isinya apa, motifnya, tujuannya, jangan sampai secara tidak sadar kita juga turut menyebarkan paham radikal,” tandas Dimas.

Temukan Kami: