DPC Projo Bojonegoro Sesalkan Aksi Pemukulan Ade Armando

- Admin

Kamis, 14 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Menyikapi Aksi Mahasiswa, DPC Projo Bojonegoro sangat menyesalkan adanya kelompok orang yang melakukan aksi pemukulan terhadap Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando.

Sekertaris Dewan Perwakilan Cabang Projo Bojonegoro Mustakim sangat menyesalkan tindakan kekerasan tersebut.

Menurutnya, apa yang disampaikan mahasiswa sudah senada apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo selaku presiden, Para menteri tidak boleh ngomong politik, tidak boleh mengabaikan kondisi lapangan, dan presiden sudah tidak berkenan dengan usulan usulan untuk melakukan ubah konstitusi 3 periode dan penundaan Pemilu.

Presiden lebih konsentrasi dengan penangan Pandemi dan menjaga kebutuhan pokok menjelang lebaran dan bagaimana kondisi Indonesia tidak seperti Amerika yang kini telah diambang resesi.

Baca Juga:  Pembahasan KUA PPAS 2024 dan P-APBD 2023 di DPRD Bojonegoro Berlangsung Dramatis

“Menyelamatkan nasib rakyat itu lebih diutamakan oleh pak Presiden, apalagi perang antara Rusia dan Ukraina, Amerika mempengaruhi harga kebutuhan pokok, yang dikonsumsi masyarakat kita, sayangnya para menteri masih ada yang bermanuver demi kepentingan para kapitalis dan Brutus,” terangnya.

Ia mendesak pemerintahan Nasional maupun Daerah segera ada Perumusan dengan cepat terkait Ekonomi (Revolusi ekonomi) dari hulu sampai hilir dan mengevaluasi internal pejabat siapa saja yang selama ini selaku pembantu presiden mau pun didalam birokrasi kabinet yang berkepala tiga, didepan Presiden retorika dengan baik tapi di lapangan berbeda kenyataan, ini yang segera untuk diluruskan, dan gerakan ini harus tegak lurus dari pusat sampai tingkat Daerah.

Baca Juga:  Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Launching Pondok Tangguh Covid-19

“Seyogyanya, pemerintahan harus fokus mengurus berbagai kesulitan rakyat, termasuk kenaikan harga bahan pokok, dan bukan akrobat politik, bukan kata kata saja, hanya asal pak Presiden senang. Dan itu diikuti di daerah bagaimana Gubernur senang, Bupati senang, namun pelayanan dibawah tidak maksimal dan tidak berbasis kerakyatan, kurang,” harapnya.

Ia menambahkan, penanganan Covid 19 sangat besar beban Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD), dan konflik antara Rusia, Ukraina, Amerika sangat berpotensi menjadi modal kapitalis dan Brutus untuk merusak NKRI, solusi yang utama adalah penegakan Hukum dan pemberantasan Korupsi untuk mengembalikan beban anggaran yang besar yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, Nasional mau pun Daerah harus melakukan hal ini, dan hal ini jangan hanya menjadi agenda kepentingan kelompok kelompok pribadi, namun semua ini demi kepentingan Indonesia.

Baca Juga:  Pasar Wisata Bojonegoro Mulai Beroperasi, Pedagang dan Pembeli Semakin Ramai

“Sudah saatnya pemerintah melakukan upaya pemberantasan Korupsi dari hulu sampai hilir Bagaimana pun Beban Anggaran dari 2015 sampai 2021 ini besar, Pemberantasan korupsi ini harus dilakukan dari Hulu sampai Hilir dan itu uang rakyat, dan itu juga salah satu program Nawa cita bapak presiden, jangan sampai ada agenda pribadi dan kelompok yang jauh dari kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kutukan Migas Bojonegoro: APBD 2027 Diproyeksi Anjlok Rp5,2 Triliun, Tim Kartel Peringatkan Ancaman Lumpuh Fiskal
Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro
Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander
Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik
SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022
Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Kutukan Migas Bojonegoro: APBD 2027 Diproyeksi Anjlok Rp5,2 Triliun, Tim Kartel Peringatkan Ancaman Lumpuh Fiskal

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Berita Terbaru