SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Miris, dan sangat disayangkan, melihat papan reklame elektronik atau videotron yang berada di monumen Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur yang sudah tidak berguna.
Keberadaannya saat ini, tak banyak arti. Terkesan, hanya sekadar rangka yang berdiri, tidak ada lagi gambar atau video yang menayangkan berbagai program pemerintah setempat.
Padahal kondisi videotron itu terlihat mengalami kerusakan. Kerusakan videotron itu terlihat mulai dari lay out gambar yang kurang sempurna, hingga terakhir terlihat dalam kondisi mati total.
Rusaknya videotron tersebut menimbulkan pertanyaan publik kenapa bisa padam padahal keberadaannya sangat bermanfaat dalam memberikan informasi kepada masyarakat Kota Bahari.
“Kita sayangkan juga kenapa videotron tersebut mati, padahal banyak informasi yang bisa didapatkan di situ,” ujar Dedi, warga yang sedang melintas.
Apalagi, kata Dedi, videotron milik pemerintah, tentu ada plot anggaran khusus untuk perawatan, agar tidak mudah rusak.
“Semoga videotron tersebut segera diperbaiki dan kembali menampilkan berbagai imbauan, kinerja pemerintah maupun sosialisasi lainnya,” tandas Dedi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sampang, Aji Waluyo saat dikonfirmasi melalui Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Achmad Murang membenarkan dan mengaku videotron tersebut rusak akibat sering padamnya listrik.
“Itu sudah kita progres perbaikan, rusaknya videotron itu karena sering padamnya listrik dan sangat mempengaruhi pada komponen, sehingga ada beberapa panel yang rusak dan harus diganti,” kata Murang pada kontributor suarabangsa.co.id, Selasa (22/02/2022).
Dia menjelaskan, akibat sering padamnya listrik dan turun naiknya daya, membuat barang elektronik ini lama kelamaan menjadi rusak.
“Karena kalau listrik sering mati, maka otomatis barang elektronik pasti down ya. Apalagi videotron yang di monumen itu tidak ada UPS-nya, itu yang mempengaruhi rusaknya komponen yang ada,” kata Murang lagi.
Disinggung soal sumber dana perawatan videotron, Murang menjelaskan bahwa dana perawatan bersumber dari dana DPA sebesar Rp 15juta.
“Anggarannya kecil sekali, memang kita kemarin kena recoufusing. Mungkin ke depan kita usahakan di pergeseran-pergeseran perubahan PAK kita ajukan lagi,” imbuhnya.
Namun ia memastikan jika bulan depan, videotron tersebut sudah kembali bisa digunakan untuk sarana sosialisasi program Pemkab Sampang.
“Kami upayakan secepatnya diperbaiki dan bisa digunakan kembali sebagaimana fungsinya,” tandas Murang.

















