BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Langkanya minyak goreng di Bojonegoro, Jawa Timur terus menjadi sorotan.
Bahkan, tidak luput orang-orang yang menjual minyak goreng secara online di sosmed. Hal itu memancing sejumlah orang bertanya-tanya dari mana mendapatkan stok minyak tersebut.
Manan, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Independen Peduli Rakyat Bojonegoro (PIPRB) juga ikut menyoroti hal tersebut.
Manan menyayangkan dengan kondisi sekarang ini, Usaha Kecil Menengah (UKM) sedang kesulitan bahan dari kedelai sampai minyak goreng. Namun marak orang berjualan secara online di sosmed.
Sementara di sejumlah toko dan tempat perbelanjaan, orang-orang antri untuk mendapatkan minyak goreng.
“Pasti reseller tersebut di rumah lebih beberapa dus, sampai hal tersebut di promosikan di sosmed, aparat penegak hukum bisa cek lewat pengiriman distributor kiriman minyak tersebut kemana dan untuk siapa, hari begini hak rakyat kecil kok masih direbut oleh mereka pemodal pemodal besar, apalagi hal tersebut menyangkut minyak subsidi,” ujarnya.
Menurut Manan ada dua hal yang harus dilakukan oleh pemerintah saat ini, pertama pemerintah harus gencar mengadakan operasi pasar. Kedua aparat penegak hukum harus memproses secara hukum apabila ada orang atau badan yang sengaja menimbun minyak goreng tersebut.
“Saat ini Pemerintah Pusat maupun daerah harus serius dalam melakukan upaya upaya dalam upaya preventif agar minyak goreng yang mestinya untuk rakyat kecil tersebut ada, dan menanggulangi agar tidak menjadi permainan pemodal pemodal yang mengeruk keuntungan dalam momen minyak langka ini, apalagi saat ini Presiden sedang giat giatnya memulihkan ekonomi secara serius,” harapnya.
Manan menambahkan, dalam kelangkaan minyak goreng ini belum ada penimbun atau distributor yang ditindak oleh aparat.
“Sampai saat ini saya belum mendengar penjual atau reseller yang menjadi tersangka penimbunan barang, atau distributor yang ditangkap karena memainkan barang subsidi lewat reseller hinga menyebabkan minyak goreng langka, kelangkaan minyak Goreng ini hampir 1 bulan lebih loh,” jelasnya.
Dalam pantauan awak media, sejumlah orang di group ada yang promo dan yang menawarkan minyak goreng.
Ada yang menyambut baik hal itu. Namun sejumlah yang lain membuly yang menjual minyak goreng di sosmed. Sementara orang yang antri cukup lama di tempat perbelanjaan hanya mendapatkan satu liter.
“Anak q baru pulang ikut antri di bravo.aseemmm tenan kok, 1 orang 1 liter,” cerita salah satu aqun sosmed di komentar salah seorang yang menjual minyak goreng online di sosmed.

















