Aktivis SI Soroti Beras ASN di Sumenep

- Admin

Selasa, 25 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Beras ASN di Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga tidak sepadan dengan harga yang diambil dari TPP (Tunjangan Penghasilan Pegawai) ASN (Aparatur Sipil Negara) setempat.

Aktivis LSM Sumenep Independen (SI) Sahrul Gunawan mengungkapkan jika idealnya dana Rp 105 ribu harusnya mendapatkan jatah premium bukan lagi medium.

“Seharusnya supliyer memberikan kualitas terbaik, dengan jenis premium bukan medium plus. Jadi itu yang kami sesalkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, mengacu kepada harga di atas Rp 100 ribu itu sudah mendapatkan premium. Sementara untuk di bawah Rp 100 ribu itu bisa mendapatkan medium.

“Jadi, PD Sumekar lewat supliyer harus mampu memberikan yang terbaik ASN, berkaitan kualitas,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemkab Probolinggo Target Lakukan Bedah Rumah Sebanyak 427 Unit

Menurut Sahrul, sebagai penerima manfaat itu bukan warga miskin (Gakin) melainkan para abdi negara. Maka sudah barang tentu bisa memberikan yang terbaik.

“Apalagi, ASN itu sudah bayar duluan. Maka kualitas premium menjadi kewajiban,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak kepada PD Sumekar untuk mengubah kualitas beras yang didistribusikan kepada para ASN.

“Bisnis to bisnis sih boleh, tapi kan harus melihat aspek kualitas juga,” ucapnya.

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24/2020 tentang penetapan harga pemerintah terhadap gabah atau beras. Dalam peraturan itu terungkap harga beras dalam negeri diberikan harga Rp 8.300 per kilogram.

Baca Juga:  Imam S Arifin, Legend Dangdut Asal Sumenep Meninggal Dunia

Sementara data Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan per hari ini, kualitas medium itu berkisar Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu, untuk beras kualitas premium sebesar Rp 11 ribu hingga Rp 11.500.

“Itu, variasi harganya mas, karena di setiap pasar tidak sama,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Chainur Rasyid kepada media ini.

Sementara Direktur PD Sumekar PD Sumekar Moh. Riyadi mengakui jika kualitas yang diberikan itu kualitas medium plus. Sebab, untuk menggunakan beras premium cukup mahal.

Baca Juga:  Jelang Arus Balik Liburan Santri di Sumenep, Bupati Busyro; 'Semuanya Diundur'

“Hasil penelusuran kami, ada yang sampai Rp 140 ribu untuk Premium,” katanya saat diminta keterangan oleh media ini.

Didik Sapaan akrab Moh Riyadi mengaku jika pihaknya meminta meski kualitas medium plus, namun kualitasnya tetap terjaga.

“Kami tekankan kepada supliyer untuk tetap ikuti aturan, jika tidak maka kami akan bertindak tegas,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, beras yang didistribusikan supliyer yang ditunjuk PD Sumekar untuk para ASN dikeluhkan. Pasalnya, beras disinyalir sampai semua, dan kualitas kurang baik. Di mana beras yang diterima para abdi negara ini patah-patah.

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB