Oknum Guru SMP Negeri 1 Camplong Sampang ‘Gebuk’ Siswa hingga Memar

- Admin

Jumat, 10 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Kasus pemukulan siswa kembali terulang. Kali ini menimpa beberapa orang siswa kelas VII SMP Negeri I Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Mirisnya terduga pelaku pemukulan adalah oknum guru yang juga mengajar di sekolah itu saat aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung pada Kamis (09/09/2021). Saat itu, ada sekitar 10 orang siswa yang dihajar oleh oknum guru tersebut.

Informasi yang didapat kontributor suarabangsa.co.id, kekerasan yang diterima para siswa tersebut terjadi karena mereka diduga membuat kegaduhan dalam kelas.

Tiba-tiba oknum guru tersebut melakukan pemukulan kepada para siswa hingga memar dan benjol di kepala. Tak hanya itu, para siswa pun dijemur di lapangan lingkungan sekolah.

Tak terima atas perlakuan itu, sejumlah orangtua siswa mendatangi pihak sekolah. Langkah tersebut dilakukan agar aksi pemukulan atau kekerasan dalam dunia pendidikan tidak terulang kembali.

Umar Faruq yang merupakan orang tua salah seorang korban, mengaku kaget saat putrinya dianiaya oleh oknum guru di sekolah hingga babak belur. Ia tak pernah menyangka oknum guru itu tega memukul anaknya sampai membengkak.

Baca Juga:  Kacau!!! Tidak Ada Petugas, Perbaikan Jalur Nasional di Jalan Raya Kaseran Sampang Bikin Macet

“Mungkin dia temperamen, karena bukan anak saya saja yang di pukul tapi ada sekitar 10 siswa. Guru kan digugu dan ditiru, masak seperti itu,” ujarnya saat mendatangi SMP Negeri I Camplong, Jumat (10/09/2021).

Dirinya mengetahui kejadian itu, ketika anak perempuannya pulang ke rumah dalam keadaan menangis. Setelah ditanya, diceritakan secara gamblang bahwa oknum guru di sekolahnya telah memukul dirinya.

“Putri saya awalnya tidak cerita, mungkin takut, tapi akhirnya dia ngaku jika sudah dipukul oleh gurunya,” imbuhnya.

Dirinya menyesalkan dengan terjadinya kasus pemukulan terhadap putrinya tersebut. Ia berharap, tindak kekerasan tak terjadi di sekolah lagi. Ia heran putrinya mendapat perlakukan seperti itu.

Baca Juga:  Tindaklanjuti Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan, Satreskrim Polres Sampang Ambil Keterangan Saksi

“Kami terpaksa mendatangi pihak sekolah karena kami jengkel. Sebab, oknum guru ini tidak hanya sekali main pukul siswanya. Ada sejumlah siswa yang juga pernah dipukulnya,” sesal Umar.

Diakhir pembicaraan, Umar pun meminta agar guru yang bersangkutan mengubah sikapnya kepada anaknya maupun siswa lain. Ia mengaku pemukulan yang dilakukan oknum guru itu jangan sampai kembali terjadi ke siswa lain.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri I Camplong Shilabuddin Tiham mengaku belum mengetahui peristiwa itu. Ia menyayangkan adanya kekerasan terhadap siswa yang dilakukan oknum guru.

Dirinya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para orang tua siswa yang sudah mendatangi sekolah untuk menyampaikan keluhan atas adanya aksi kekerasan yang menimpa anaknya.

“Baru sekarang kita tahu setelah adanya keluhan dari orang tua siswa, seharusnya persoalan itu kita harapkan siswa menginformasikan ke pihak sekolah,” tutur Shilabuddin.

Atas kejadian itu, dirinya mengimbau kepada seluruh guru untuk menjaga emosi dalam mengajar. Apabila ingin menghukum siswa, ia meminta agar guru memberikan hukuman dengan unsur mendidik dan bukan dengan kekerasan apalagi terhadap siswa perempuan.

Baca Juga:  Geger Mayat Tanpa Busana Mengapung di Perairan Pulau Mandangin Sampang

“Tidak pantas seorang tenaga pendidik melakukan kekerasan terhadap anak didik, apalagi terhadap siswa perempuan,” kata Shilabuddin.

Menurutnya, pada pendidikan zaman sekarang tenaga pendidik sudah tidak dibenarkan lagi menerapkan kekerasan terhadap siswa, walaupun dengan maksud mendisiplinkan.

“Seorang guru harus memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya. Tidak diperbolehkan sang guru menggunakan cara-cara kekerasan dalam mendidik murid-muridnya,” sesal Shilabuddin.

Terkait sanksi apa yang akan diberikan kepada oknum guru tersebut, Shilabuddin mengaku masih akan merapatkan secara intens dengan pihak sekolah. Meski demikian, dia berharap kasus seperti ini tidak terulang lagi.

“Secepatnya kita akan lakukan pertemuan dengan guru bersangkutan untuk membahas persoalan ini,” tandas Shilabuddin.

Berita Terkait

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan
Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo
Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim
Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah
Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi
PROJO Jatim Gelar Konferda di Malang dan Pilih Ketua Baru secara Aklamasi ke H, Muhammad Sholeh
Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Berita Terbaru