Diduga Akibat Bakar Sampah, Kandang Sapi Warga Apaan Pangarengan Jadi Arang

- Admin

Sabtu, 28 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi di Dusun Senassen, Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur pada Sabtu (28/08/2021), sekitar pukul 18.35 WIB.

Kobaran api berasal dari tumpukan sampah yang tertiup angin kencang. Api merembet ke kandang ternak dan membakar hampir keseluruhan bangunan yang terbuat dari kayu tersebut. Kandang sapi itu merupakan milik Satumin.

Informasi yang diterima kontributor suarabangsa.co.id, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sejumlah ternak milik Satumin juga berhasil diselamatkan warga sebelum api menghanguskan kandang.

Baca Juga:  Polres Sampang Belum Terbitkan STTP, Aksi Demo Aliansi Masyarakat Pecinta Jurnalis Ditunda

Petugas pemadam kebakaran, sesampai di lokasi kebakaran langsung memadamkan api yang menghanguskan kandang ternak tersebut. Kesigapan petugas membuat api tidak merembet ke bangunan lainnya.

“Kebetulan bangunan kandang terbuat dari kayu sehingga api mudah menyala. Namun cepat diketahui, dugaan sementara, api awalnya dari sisa pembakaran sampah,” ujar salah satu anggota damkar, Zaini.

Menurut Zaini, memasuki musim kemarau memang rawan terjadi musibah kebakaran. Penyebabnya selain korsleting, juga api dapur dan api di kandang sapi.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja untuk kerugian materi dipastikan ada, meski belum terhitung,” imbuhnya.

Baca Juga:  Wakapolri Cek Persiapan Pengamanan Pilkada di Pusdik Gasum Polri Jatim

Atas kejadian ini, ia mengingatkan warga untuk selalu waspada bahaya kebakaran. Dengan mengecek ulang kondisi peralatan elektronik dan kabel listrik di rumah. Kemudian pastikan sumber api di rumah sudah padam ketika keluar rumah.

“Kejadian ini penyebabnya diduga karena kekurang hati-hatian, lupa mematikan api. Maka dari itu, kita imbau masyarakat berhati-hati saat membakar sampah atau sesuatu, karena saat ini musim kemarau rentan terjadi kebakaran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru