PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Akibat hujan dengan intensitas tinggi para petani tembakau di Kabupaten Pamekasan mengeluh dan merasa resah.
Pasalnya para petani tembakau saat ini sudah dua kalinya menanam tembakau, akibat tanaman tembakau yang mereka tanam mati akibat hujan.
Seperti yang dikeluhkan oleh Haryono salah satu petani asal Dusun Jarbuddih, Desa Durbuk Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur, saat ditemui di sawah miliknya.
“Kalau cuacanya seperti ini terus, kita (petani red) merasa capek, belum lagi biaya menanam tembakau yang tidak sedikit, apalagi punya saya yang hanya punya satu petak sawah,” keluh Hariyono
Yono panggilan akrabnya Haryono mengatakan, kalau saat ini petani kelebihan air, jika hujan datang maka dirinya bersama petani lainnya siap-siap untuk membuang air dari sawah, jika tidak, maka tanaman tembakaunya akan mati untuk yang kesekian kalinya.
“Ada yang menggunakan mesin pompa air, ada pula yang menggunakan dengan cara manual, yakni membuang air dengan menggunakan timba,” ujarnya.
Dirinya juga menyadari jika hujan adalah pemberian dari Allah SWT, sehingga dirinya bersama petani lainnya hanya bisa pasrah dan berdoa, agar tembakau yang mereka tanam saat ini bisa hidup dan tidak gagal panen nantinya, serta bisa laku atau terjual dengan harga yang layak.
Karena bagi Yono dan petani lainnya, dengan menanam tembakau yang hanya dilakukan sekali selama satu tahun, merupakan harapan untuk meningkatkan perekonomian keluarganya.
“Saya juga berharap kepada pemerintah, agar bisa memperjuangkan harga tembakau, dan memihak kepada para petani nantinya jika musim panen telah tiba,” harap Yono.

















