Sering Hujan, Petani Tembakau di Pamekasan Khawatir Gagal Panen

- Admin

Selasa, 29 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Akibat hujan dengan intensitas tinggi para petani tembakau di Kabupaten Pamekasan mengeluh dan merasa resah.

Pasalnya para petani tembakau saat ini sudah dua kalinya menanam tembakau, akibat tanaman tembakau yang mereka tanam mati akibat hujan.

Seperti yang dikeluhkan oleh Haryono salah satu petani asal Dusun Jarbuddih, Desa Durbuk Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur, saat ditemui di sawah miliknya.

“Kalau cuacanya seperti ini terus, kita (petani red) merasa capek, belum lagi biaya menanam tembakau yang tidak sedikit, apalagi punya saya yang hanya punya satu petak sawah,” keluh Hariyono

Baca Juga:  Pakai Dana DBHCHT, Pemkab Pamekasan Berikan 20 Paket Mesin Rajang Bagi Petani

Yono panggilan akrabnya Haryono mengatakan, kalau saat ini petani kelebihan air, jika hujan datang maka dirinya bersama petani lainnya siap-siap untuk membuang air dari sawah, jika tidak, maka tanaman tembakaunya akan mati untuk yang kesekian kalinya.

“Ada yang menggunakan mesin pompa air, ada pula yang menggunakan dengan cara manual, yakni membuang air dengan menggunakan timba,” ujarnya.

Dirinya juga menyadari jika hujan adalah pemberian dari Allah SWT, sehingga dirinya bersama petani lainnya hanya bisa pasrah dan berdoa, agar tembakau yang mereka tanam saat ini bisa hidup dan tidak gagal panen nantinya, serta bisa laku atau terjual dengan harga yang layak.

Baca Juga:  Kembali Sabet Penghargaan, Bupati Pamekasan: ini berkat kita semua

Karena bagi Yono dan petani lainnya, dengan menanam tembakau yang hanya dilakukan sekali selama satu tahun, merupakan harapan untuk meningkatkan perekonomian keluarganya.

“Saya juga berharap kepada pemerintah, agar bisa memperjuangkan harga tembakau, dan memihak kepada para petani nantinya jika musim panen telah tiba,” harap Yono.

Berita Terkait

Gandeng Musisi Papan Atas, All Out Festival 2026 Targetkan Geliat Ekonomi Kreatif Bojonegoro
Akses Jalan Cor Kalianyar-Temayang Dongkrak Ekonomi, Sayang Sebagian Jalur Masih Gelap Gulita
Sepi Job di Bulan Suro, Biduan Asal Kapas Bojonegoro Banting Setir Jualan Rujak lewat Live TikTok
Portal Jembatan Luwihaji Dibongkar untuk Proyek Migas, Kadishub Bojonegoro Mengaku Tak Tahu
Resmi Dibuka, Surabaya Printing Expo 2026 Buka Peluang Baru bagi Industri Grafika Nasional
Sidang Banggar Bojonegoro Memanas: Ajukan Tambahan Anggaran, DPMPTSP Justru Disemprot ‘Amburadul’ dan Anti-Kritik
Malam Sakral di Bojonegoro, BKN Gelar Murwa Karsa Sasi Suro, Dihadiri Tokoh Daerah hingga Mantan Kapolres
153 Perusahaan Ramaikan Surabaya Printing Expo 2026, Usung Transformasi Industri Grafika

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:35 WIB

Gandeng Musisi Papan Atas, All Out Festival 2026 Targetkan Geliat Ekonomi Kreatif Bojonegoro

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:15 WIB

Akses Jalan Cor Kalianyar-Temayang Dongkrak Ekonomi, Sayang Sebagian Jalur Masih Gelap Gulita

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:58 WIB

Portal Jembatan Luwihaji Dibongkar untuk Proyek Migas, Kadishub Bojonegoro Mengaku Tak Tahu

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:55 WIB

Sidang Banggar Bojonegoro Memanas: Ajukan Tambahan Anggaran, DPMPTSP Justru Disemprot ‘Amburadul’ dan Anti-Kritik

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:04 WIB

Malam Sakral di Bojonegoro, BKN Gelar Murwa Karsa Sasi Suro, Dihadiri Tokoh Daerah hingga Mantan Kapolres

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:12 WIB

Buka Porkab II Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Ajak Atlet Bidik Prestasi Nasional dan Junjung Sportivitas

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:18 WIB

Bupati Bojonegoro Minta Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Diimbangi Layanan Responsif

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:09 WIB

Konflik Tak Kunjung Selesai, Ratusan Hektar Lahan Sawah si Bojonegoro Terancam Tidak Tergarap

Berita Terbaru