Diduga Pungli, Rapid Tes Antigen di Puskesmas Dharma Tanjung Camplong yang Harusnya Gratis Dibanderol Rp 150 Ribu

- Admin

Kamis, 10 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat telah menyiapkan fasilitas rapid tes antigen secara gratis diseluruh puskesmas.

Informasi yang diterima kontributor suarabangsa.co.id, kebijakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan upaya testing dan tracing dalam memutus mata rantai penularan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.

Tetapi sangat disayangkan, pemeriksaan rapid tes antigen yang seharusnya gratis tersebut diduga telah menjadi alat pungutan liar (pungli).

Dugaan praktik pungli itu menimpa salah satu warga Desa Batu Karang yang melakukan rapid tes antigen di Puskesmas Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong pada beberapa waktu lalu. Akibatnya, ia terpaksa mengeluarkan budget sebesar Rp 150 ribu.

Baca Juga:  Diduga Korsleting Listrik, Tiga Unit Rumah di Pangarengan Sampang Hangus Terbakar

“Kemarin saya bersama suami dan anak melakukan rapid test antigen di Puskesmas Tanjung dan pihak puskesmas memungut biaya sebesar Rp150 ribu per orang,” tukasnya singkat.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Dharma Tanjung Drg Siti Huri Ain dikonfirmasi awak media membantah jika pihaknya telah melakukan pungutan liar terkait biaya pemeriksaan rapid tes antigen.

“Tidak ada pungli, silahkan konfirmasi ke Pak Agus selaku atasan saya. Itu semua ada di Perda, silahkan ke Dinkes ya,” kata Huri Ain secara singkat, Kamis (10/06/2021).

Baca Juga:  Akibat Buang Puntung Rokok Sembarangan, Satu Rumah di Banyuates Sampang Hangus Terbakar

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Agus Mulyadi mengatakan rapid tes antigen ini sudah disediakan di puskesmas-puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Sampang dengan kuota perhari antara 20 hingga 50 alat rapid antigen.

“Rapid test antigen yang kami sediakan ini untuk kecepatan tracing pasca adanya peningkatan kasus penularan Covid-19 di wilayah Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan,” katanya kepada kontributor suarabangsa.co.id saat dihubungi via telepon genggamnya, Rabu (09/06/2021).

Ia mengatakan tes antigen yang tersedia di semua puskesmas tersebut diberikan kepada masyarakat secara gratis. Untuk itu, bagi warga masyarakat yang memang membutuhkan dipersilahkan memanfaatkan layanan tersebut.

Baca Juga:  Setelah Viral, Dua Wanita yang Joget TikTok di Masjid Agung Sampang Akhirnya Minta Maaf

“Jika ada masyarakat Sampang yang ingin melakukan rapid test antigen, bisa mendatangi puskesmas terdekat. Rapid tes antigen ini digratiskan dan tidak dipungut biaya,” tandas Agus.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru