Belum Usai Polemik Larangan Mudik, Para Pimpinan OPD Sumenep Malah Gelar Acara di Luar Kota

- Admin

Minggu, 30 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Perjalanan para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sumenep, dalam kegiatan pembahasan Peraturan Bupati (Perbup) Struktur Organisasi (SO) OPD yang baru, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang digelar di Kota Batu sejak Kamis 27 Mei 2021 hingga pada Minggu 30 Mei 2021, ternyata menjadi polemik dan ramai diperbincangkan masyarakat Sumenep.

Pasalnya, dalam upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Virus Covid-19, justru para pimpinan OPD malah pergi ke luar kota dalam kegiatan tertentu. Dengan demikian masyarakat Sumenep meminta Bupati dan Bappeda Sumenep harus bertanggung jawab, apabila terdapat klaster baru Covid-19 lantaran menggelar RKPD di Kota Batu, Malang.

Seperti salah satu kritikan datang dari aktivis pemerhati kebijakan publik di Sumenep, yaitu Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (LSM GARIS), Supardi menyampaikan, bukan tidak mungkin nanti ada klaster baru Covid-19 yang dibawa oleh pejabat Pemkab Sumenep dari kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Baca Juga:  IPSI Sumenep Gelar Acara Muskab, Ini Harapan IPSI Jawa Timur

“Sebab yang ikut acara atensi dan pendampingan intensif itu bukan hanya satu dua orang, tapi semua Pimpinan OPD dan pejabat teras Pemkab Sumenep. Saya menduga mereka bisa saja berkerumun,” ungkapnya, Sabtu (29/05).

Lebih jauh Supardi dengan tegas meminta kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, untuk lebih berhati-hati untuk menggelar acara di luar kota, sebab menurutnya bisa berakibat fatal bagi masyarakat Sumenep, jika datangnya dari Kota Batu, ada salah satu pejabat terkonfirmasi virus Covid-19.

“Apalagi di Kota Batu saat ini masih zona orange berdasarkan peta sebaran Covid-19 di website Satgas Covid-19 Jawa Timur. Karena para Pimpinan itu pelayan Publik, jika ada pejabat terpapar virus Corona maka akan berakibat fatal bagi pelayanan terhadap masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Dua Jam Berenang di Laut, Empat Pemancing di Sumenep Selamat

Apalagi menurutnya, bukan tidak mungkin para pejabat dan pimpinan OPD itu di Kota Batu, bertemu dengan orang baru yang bisa saja membawa virus yang berbahaya itu, maka jika hal itu benar-benar terjadi nantinya akan ada klaster baru Covid-19, yakni kluster RKPD yang dibawa dari Kota Batu, Malang.

Supardi juga menyampaikan rasa herannya, bahwa kenapa baru saat ini ada pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus digelar di luar kota, dan tidak bisa digelar di Sumenep sendiri.

“Jika memang butuh pendampingan untuk membuat RKPD dan RPJMD kan bisa secara virtual, kecuali memang mau mengadopsi sistem kepemerintahan di Kota Batu. Tidak masalah berkunjung ke sana,” tukasnya.

Baca Juga:  Presiden Resmi Melantik Setyo Wahono Dan Nurul Azizah Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro

Maka Supardi sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh para Pimpinan OPD Sumenep pada kegiatan yang diprakarsai oleh Bapedda dan juga langsung dibuka sendiri oleh Bupati Sumenep, yaitu Achmad Fauzi.

“Tapi tetap harus difikirkan terlebih dahulu. Karena pandemi Covid-19 belum usai. Jangan sampai Masyarakat menilai pemerintah seenaaknya sendiri, masyarakatnya dilarang malah pejabatnya sering perjalanan ke luar kota,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Sumenep saat ini lagi menggelar kegiatan Asisten dan Pendampingan sedang menggelar acara asistensi dan pendampingan intensif dalam rangka percepatan perencanaan program prioritas Bupati demi pelaksanaan roda pemerintahan 4 tahun ke depan

Adapun materi yang dibahas pada acara tersebut Ada tiga program fokus Bupati Achmad Fauzi, diantaranya; penggodokan SO baru, RKPD dan RPJMD.

Berita Terkait

Soroti Belanja Modal dan Bansos yang Mandek, Golkar Bojonegoro Desak Evaluasi Total APBD 2025
Realisasi Pendapatan APBD Bojonegoro 2025 Lampaui Target, Capai 110,51 Persen
Perkuat Layanan Kanker, Siloam Hospitals Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator
Resmikan PT NPHI, Bupati Bojonegoro Lepas Pengiriman Perdana 7,5 Ton Chip Porang
EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional
SDN Tanjungharjo IV Bojonegoro Padukan Konsep Modern dan Agamis, Kades Tegaskan Dukungan Pendidikan
Sukses Genjot PAD di Tengah Efisiensi Anggaran, Dinpora Bojonegoro Diapresiasi Komisi C
Sistem Pemilu Berubah, Gus Fauzan Pastikan Mesin Politik PKB Bojonegoro Siap Hadapi Tantangan 2029

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

Pererat Kekeluargaan, Koperasi KAREB dan PT KAS Gelar Doa, Besok bersama warga desa juga lakukan hal sama, akan Santuni Ratusan Anak Yatim

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:42 WIB

Ojol Bojonegoro Berbagi 500 Paket Takjil di Jalan Pemuda

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:07 WIB

Ketua Projo Bojonegoro: Pengakuan Rismon Sianipar Adalah Kematian Narasi Fitnah Ijazah Jokowi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:27 WIB

Begini Suara Syukur dari Pedal Listrik, Kisah Lansia Bojonegoro Terima Bantuan Presiden RI Becak listrik

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:23 WIB

Menteri LH Bersama Bupati Bojonegoro Pimpin Curve, dan Bersih-bersih di Program Indonesia Asri

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:04 WIB

Bocil di Bojonegoro yang Sempat Dilaporkan Hilang, Keluarga Menolak Diotopsi

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:38 WIB

Orang Tua Siswa yang Kritik MBG Dilaporkan SPPG, Begini Komentar Ketua DPC Peradi Bojonegoro

Senin, 23 Februari 2026 - 12:39 WIB

Usai Viral, Aktivitas Pungli di TBB Tidak Terlihat Lagi

Berita Terbaru