Hilangkan Kesan Angker, Makam di Kelurahan Dalpenang Sampang Ini di Cat Warna Warni

- Admin

Senin, 10 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Ada pemandangan yang berbeda di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kampung Kalabangan Daya, RT02 RW02, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Berdasarkan pantauan kontributor suarabangsa.co.id, seluruh nisan di TPU tersebut berwarna-warni bak pelangi, jauh dari suasana menyeramkan. Kini area makam dengan luas 30×40 meter yang berada di tengah perkotaan ini terlihat bersih dan rapi. Kesan horor langsung hilang.

Makam itu merupakan makam yang pertama dicat warna-warni di Bumi Bahari. Makam-makam tersebut sengaja di cat warna-warni untuk menghilangkan kesan angker dan rasa nyaman bagi warga yang akan berziarah menjelang datangnya hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Baca Juga:  Daihatsu Xenia Seruduk Terios di Tol Pandaan-Malang

Kesan mistis, seketika hilang ketika warga mengunjungi TPU tersebut. Tak hanya pagar saja yang dicat, namun juga pada kijing makam. Selain dicat, makam juga dibersihkan dari rumput dan tanaman liar. Selain menarik, makam ini cukup bersih dan dirasa layak untuk dijadikan objek destinasi wisata baru.

Slamet Mulyadi salah satu warga sekitar yang sekaligus inisiator kegiatan itu mengungkapkan pengecatan pada batu nisan dengan cat warna-warni tersebut merupakan aksi spontanitas. Pengecatan itu, kata dia, dilakukan oleh warga sekitar makam.

“Pengecatan batu nisan pada tempat pemakaman umum ini untuk menghilangkan kesan seram, sehingga kami berinisiatif untuk menghias makam ini supaya kelihatan bersih,” jelasnya, Senin (10/05/2021) malam.

Baca Juga:  Begini Gagasan Ketua Dekopinda Bojonegoro, Terkait KDMP di Bojonegoro

Slamet menceritakan, awalnya masyarakat mengadakan kerja bakti bersih-bersih. Bersih-bersih itu juga sampai ke area pemakaman umum. Nah, saat berada di makam tersebut, para pemuda mengusulkan untuk nisan-nisan itu dibersihkan dan dicat. Karena memang sudah lama kondisi batu nisan itu sudah kusam bahkan ada yang rusak.

“Sebelum di lakukan pengecatan dan dibersihkan, makam ini dulunya terasa kumuh dan kotor. Saat ini setelah dibersihkan, warga yang berziarah justru lebih nyaman saat sedang berada di makam,” akunya.

Slamet menambahkan, bahwa pengecatan makam baik tembok maupun nisan-nisan itu didukung penuh oleh para ahli waris yang bersedia tempat makam kerabatnya untuk dilakukan penghiasan.

Baca Juga:  Sah Dilantik, Rusydiyono Harapkan PWRI Menjadi Lokomotif Pemberitaan yang Cerdaskan Masyarakat

“Untuk dana pembelian cat dan pembersihan area makam didapatkan secara swadaya dari warga sekitar makam,” katanya.

Ia berharap, keunikan area pemakaman yang berwarna-warni tersebut menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain di Kabupaten Sampang atau bahkan akan menjadi destinasi wisata religi.

“Makam ini bisa menjadi destinasi wisata religi. Apalagi saat ini, di lokasi makam juga dipasangi lampu yang cukup terang. Sehingga lokasi makam sudah tidak terkesan angker lagi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan
Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Logistik KPU Sumenep 2024 Memasuki Tahapan Ekspose ke Kejati Jatim
Baru Dilantik, Isu Rangkap Jabatan Pedangkat Desa Menanti Peran Kepala DPMD Sumenep
Soroti Belanja Modal dan Bansos yang Mandek, Golkar Bojonegoro Desak Evaluasi Total APBD 2025
Realisasi Pendapatan APBD Bojonegoro 2025 Lampaui Target, Capai 110,51 Persen
Perkuat Layanan Kanker, Siloam Hospitals Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator
Resmikan PT NPHI, Bupati Bojonegoro Lepas Pengiriman Perdana 7,5 Ton Chip Porang
EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:39 WIB

Olimpiade Sains dan Matematika Tingkat Asia (ASMOPSS) ke-15 Diikuti 6 Negara, Diselengarakan di Bojonegoro

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:22 WIB

Anggaran Melambung Tinggi, Dana Pokir DPRD Bojonegoro Menjadi Sorotan KPK

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:21 WIB

Sembilan Kades di Bojonegoro Diperiksa KPK

Berita Terbaru

IlusIlustrasi Kasus BSPS Sumenep

Daerah

Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan

Kamis, 25 Jun 2026 - 12:53 WIB