Nenek Rasimi, Penerima BPNT yang Tidak Menikmati Bantuannya

- Admin

Minggu, 14 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Nenek Rasimi nampaknya tidak mengalami nasib mujur. Pasalnya nenek penerima BPNT itu tidak menikmati bantuan tersebut.

Nenek yang beralamat di Dusun Talambung Laok, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep sebelumnya pernah mendapat BPNT.

Namun sekitar bulan 6 tahun 2020, kartu BPNT milik nenek kelahiran 1949 itu dititipkan disalah satu agen E-Warung di Desanya.

Menurut cucu nenek Rasimi, Nuraini, penitipan kartu itu ke Agen E-Warung karena sebelumnya pada saat kumpulan PKH dirinya dianjurkan untuk memilih, antara KPM BPNT dan KPM PKH karena kebetulan nenek Rasimi dan cucunya satu KK.

“Dulu saat kompolan saya diminta untuk memilih. Mau milih PKH apa BPNT karena dalam satu KK katanya tidak boleh Nerima dua program, akhirnya saya memilih PKH,” cerita Nuraini kepada media ini, Rabu (10/03/2021).

Akhirnya, sambung Nuraini, karena dirinya tidak tahu kartu BPNT miliki neneknya mau dikasihkan ke siapa dan takut kepesertaan PKH-nya juga bermasalah, dirinya langsung menitipkan kepada agen E-Warung di Desa Gadu Barat.

“Pertamanya kami (Nuraini) yang mengambil bantuan beras milik nenek saya. Karena kami disuruh milih satu, ya kami milih PKH,” ungkapnya.

Baca Juga:  Video Bugilnya Sempat Viral, Janda Cantik asal Sumenep Ini Ditangkap Polisi

“Akhirnya kami ketika bercerita ke agen E-Warung, lalu agen bilang tidak apa-apa kartunya titip disini dan agen bilang mau bertanggung jawab untuk mengembalikan ke Sumenep (Pemerintah Daerah),” ceritanya.

Namun sayang, lanjut Nuraini, Agen E-Warung itu bukan mengembalikan kartu BPNT milik nenek-nya melainkan dia menggesek dan mengambil bantuan milik nenek-nya.

“Tapi ternyata Agen E-Warung malah menggesek kartu itu bukan dikembalikan ke pemerintah, dan kami tidak tahu Agen E-Warung itu menggesek kartu milik nenek saya berapa kali,” ujarnya.

Bahkan menurut Nuraini, Anaknya Agen E-Warung yang bernama RQ juga mengaku telah menggesek bantuan Covid-19 yang bernilai 500 ribu dan 200 ribu dan uangnya tidak diberikan kepda nenek Rasimi.

“Masalah ini sudah ada pertemuan antara kami, Dinas Sosial, Pihak Bank dan agen. Dan waaktu agen mengakui bahwa agen telah mengesek berulang kali dan dua kali bantuan uang. Nilainya 500 ribu dan 200 ribu,” jelasnya pula.

Baca Juga:  Geger, Warga Kolor Sumenep Ditemukan Tewas Membusuk di Lahan Kosong

Sementara itu, Agen E-Warung melalui anaknya mengakui, bahwa dirinya telah menggesek kartu BPNT milik nenek Rasimi. Namun sayang ketika awalnya ketika ditanya kenapa dirinya melakukan perbuatan melawan hukum, dirinya menyarankan agar bertanya langsung kepada Dinas terkait.

“Mohon maaf mas kalau mau tanya persoalan yang ibu Rasimi, baik itu LSM atau wartawan kata Kepala Dinas Sosial saya disuruh jangan jawab apapun, kalau ingin tahu disuruh menemui pak kadis,” jawab RQ jubir Agen E-Warung tersebut. Rabu (1/03).

Namun ketika ditanya baik-baik pelan-pelan dan bercerita kronologi sebenarnya akhirnya ia mau bercerita.

Dalam ceritanya, RQ mengakui bahwa dirinya telah melakukan perbuatan melawan hukum itu. Karena ada perintah dari TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) yang lama kalau ada kartu ganda dalam satu KK untuk dicabut.

“Pada waktu TKSK Pak Idi, sebelum perubahan TKSK diperintah kalau ada kartu ganda dalam satu KK agar dicabut. Dan kebetulan milik ibu Rasimi itu ganda dengan cucunya karena satu KK,” ungkapnya.

Selain itu, RQ juga mengaku dirinya melakukan perbuatan itu benar-benar tidak tidak tahu karena dirinya hanya meneruskan pekerjaan ayahnya HN.

Baca Juga:  Mitsubishi Truck Tabrak Pembatas Tol dan Terperosok di Media Jalan Tol

“Saya tidak tahu juga kenapa kartu itu ada disini. Karena kartu sudah lama disini, sekitar bulan 6 2020 dan bapak saya yang menerima titip kartu itu,” ungkapnya pula.

“Saya juga kaget saat digesek ternyata sudah beberapa bulan tidak diambil, jadi sangat banyak sekali. Jadi ketimbang kartu ini hangus jadi saya gesek, dan berasnya saya kasih ke tetangga yang tidak mendapatkan bantuan,” akunya kepada media ini.

Ditanya bagaimana kasus tersebut saat ini dan bagaimana hubungannya dengan nenek Rasimi, dia menjawab pihaknya sudah ganti rugi kepada negara bukan ke nenek Rasimi, karena kartu beserta ganti ruginya sudah diserahkan kepada Dinas terkait.

“Sekarang sudah diserahkan ke Dinas (Dinas Sosial) semuanya, baik kartu dan ganti ruginya dikembalikan ke kas Negara. Makanya pak kadis bilang kalau ada yang bertanya soal ini langsung menghadap kepada pak Kadis, ini sudah pesannya pak kadis kepada saya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Soroti Belanja Modal dan Bansos yang Mandek, Golkar Bojonegoro Desak Evaluasi Total APBD 2025
Realisasi Pendapatan APBD Bojonegoro 2025 Lampaui Target, Capai 110,51 Persen
Perkuat Layanan Kanker, Siloam Hospitals Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator
Resmikan PT NPHI, Bupati Bojonegoro Lepas Pengiriman Perdana 7,5 Ton Chip Porang
EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional
SDN Tanjungharjo IV Bojonegoro Padukan Konsep Modern dan Agamis, Kades Tegaskan Dukungan Pendidikan
Sukses Genjot PAD di Tengah Efisiensi Anggaran, Dinpora Bojonegoro Diapresiasi Komisi C
Sistem Pemilu Berubah, Gus Fauzan Pastikan Mesin Politik PKB Bojonegoro Siap Hadapi Tantangan 2029

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

Pererat Kekeluargaan, Koperasi KAREB dan PT KAS Gelar Doa, Besok bersama warga desa juga lakukan hal sama, akan Santuni Ratusan Anak Yatim

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:42 WIB

Ojol Bojonegoro Berbagi 500 Paket Takjil di Jalan Pemuda

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:07 WIB

Ketua Projo Bojonegoro: Pengakuan Rismon Sianipar Adalah Kematian Narasi Fitnah Ijazah Jokowi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:27 WIB

Begini Suara Syukur dari Pedal Listrik, Kisah Lansia Bojonegoro Terima Bantuan Presiden RI Becak listrik

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:23 WIB

Menteri LH Bersama Bupati Bojonegoro Pimpin Curve, dan Bersih-bersih di Program Indonesia Asri

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:04 WIB

Bocil di Bojonegoro yang Sempat Dilaporkan Hilang, Keluarga Menolak Diotopsi

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:38 WIB

Orang Tua Siswa yang Kritik MBG Dilaporkan SPPG, Begini Komentar Ketua DPC Peradi Bojonegoro

Senin, 23 Februari 2026 - 12:39 WIB

Usai Viral, Aktivitas Pungli di TBB Tidak Terlihat Lagi

Berita Terbaru