Tricahyo Slamet Widodo, Sosok Jurnalis yang Tangguh dan Inspiratif

- Admin

Rabu, 30 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Keterbatasan fisik atau disabilitas, bukanlah penghalang bagi pria yang bernama lengkap Tricahyo Slamet Widodo (50), warga Desa Patarongan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, ini untuk terus berkarya dan memotivasi orang lain.

Wiwid, begitu orang memanggil namanya, ia mengalami Tuna Daksa sejak lahir. Kendati memiliki keterbatasan, ia tidak pernah mengeluh dan tidak merasa minder akan kondisinya. Ia menjadi tulang punggung keluarga dengan menafkahi 4 anak berikut istri dan juga merawat ibunya yang menderita penyakit strock.

Dikalangan penyandang disabilitas diwilayah itu, ia cukup familiar. Sebab, pria asal jawa tersebut tergolong aktif dan vokal dalam menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas. Dengan potensi dan kemampuannya, ia sosok jurnalis yang tangguh dan inspiratif. Dirinya pun juga tergabung di berbagai organisasi.

Bagi Wiwid, Disabilitas adalah cara Tuhan mencintai hambanya, selebihnya tinggal bagaimana memanfaatkan rasa cinta Tuhan dengan tidak mengebiri diri sendiri. Disabilitas bukan penyakit, ia hanya wujud lain dari fakta penciptaan manusia sehingga tak perlu untuk disesali.

Baca Juga:  Polres Sampang Tangkap Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Seorang Pemuda di Desa Lar Lar Banyuates, Bermotif Cemburu

Wiwid mengatakan, bukan halangan dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna seperti orang normal lainnya untuk berkarya, sebab dibalik kekurangan pasti ada kelebihan. Diakuinya, faktor orang-orang di lingkungan tempat tinggalnya juga turut memacu semangatnya. Kondisi akan berbeda jika orang-orang di sekitarnya acuh, apalagi jika sampai melakukan diskriminasi.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua rekan rekan wartawan di Sampang yang selalu memberi dukungan dan menerima saya di komunitas wartawan tanpa memandang rendah kondisi saya. Bahkan saya merasa dihargai dan didukung oleh rekan rekan,” ujar Wiwid pada suarabangsa.co.id, Rabu (30/12/2020).

Selain kesibukannya di dunia Jurnalis, ia pun gemar untuk membangkitkan semangat penyandang disabilitas. Ia berusaha keras membangkitkan semangat penyandang disabilitas agar tidak larut dalam keterpurukan. Ia pun memotivasi mereka agar menjadi sosok yang berprestasi dan terus berkarya.

Baca Juga:  Bupati Probolinggo Tinjau Pelaksanaan Uji Coba PTM

“Sampai sekarang masih banyak yang kurang percaya diri dengan keadaan yang seperti itu. Tapi saya selalu berusaha memberikan motivasi,” kata Wiwid.

Ia beranggapan apa yang dilakukan saat ini adalah bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat. Ia ingin menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Ditengah keterbatasan fisik, ia membuktikan bahwa hal itu bukan halangan untuk berkarya dan berbuat baik.

“Tak lupa saya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Sampang yang mau menghargai dan menerima saya dalam setiap liputan, walaupun kondisi saya tidak seperti jurnalis lainnya, namun saya disejajarkan dan tidak dibedakan dengan menghargai saya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Pedangdut asal Sumenep Irwan DA2 Diselesaikan secara Kekeluargaan

Sementara itu, Zaenul, rekan se-profesi dengan Wiwid, mengatakan melihat sosok Wiwid seorang jurnalis tangguh dengan kondisi tuna daksa, yang mampu menjadi panutan bagi rekan dan orang disekitarnya.

“Dia seorang yang tidak banyak mengeluh dan gampang menyerah akan kondisi. beliau, orang hebat dan cerdas dan bahkan beliau memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” kata Zainul.

Dikatakannya, meski dia mempunyai fisik yang kurang sempurna, tetapi kelebihan dari ketidak sempurnaannya menutupi semua itu. Dia, adalah sosok inspiratif bagi orang lain, karya karyanya sangat dibutuhkan.

“Banyak hal yang dapat saya teladani padanya. Kami iri, dengan kondisinya fisiknya yang tidak sempurna, tetapi ia memiliki kelebihan, baik itu dari segi wawasan, ide, gerakan, bahkan mental dan keterampilan hidupnya yang membuat kami kagum dan patut menjadi panutan,” tandas Zainul.

Berita Terkait

Soroti Belanja Modal dan Bansos yang Mandek, Golkar Bojonegoro Desak Evaluasi Total APBD 2025
Realisasi Pendapatan APBD Bojonegoro 2025 Lampaui Target, Capai 110,51 Persen
Perkuat Layanan Kanker, Siloam Hospitals Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator
Resmikan PT NPHI, Bupati Bojonegoro Lepas Pengiriman Perdana 7,5 Ton Chip Porang
EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional
SDN Tanjungharjo IV Bojonegoro Padukan Konsep Modern dan Agamis, Kades Tegaskan Dukungan Pendidikan
Sukses Genjot PAD di Tengah Efisiensi Anggaran, Dinpora Bojonegoro Diapresiasi Komisi C
Sistem Pemilu Berubah, Gus Fauzan Pastikan Mesin Politik PKB Bojonegoro Siap Hadapi Tantangan 2029

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

Pererat Kekeluargaan, Koperasi KAREB dan PT KAS Gelar Doa, Besok bersama warga desa juga lakukan hal sama, akan Santuni Ratusan Anak Yatim

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:42 WIB

Ojol Bojonegoro Berbagi 500 Paket Takjil di Jalan Pemuda

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:07 WIB

Ketua Projo Bojonegoro: Pengakuan Rismon Sianipar Adalah Kematian Narasi Fitnah Ijazah Jokowi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:27 WIB

Begini Suara Syukur dari Pedal Listrik, Kisah Lansia Bojonegoro Terima Bantuan Presiden RI Becak listrik

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:23 WIB

Menteri LH Bersama Bupati Bojonegoro Pimpin Curve, dan Bersih-bersih di Program Indonesia Asri

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:04 WIB

Bocil di Bojonegoro yang Sempat Dilaporkan Hilang, Keluarga Menolak Diotopsi

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:38 WIB

Orang Tua Siswa yang Kritik MBG Dilaporkan SPPG, Begini Komentar Ketua DPC Peradi Bojonegoro

Senin, 23 Februari 2026 - 12:39 WIB

Usai Viral, Aktivitas Pungli di TBB Tidak Terlihat Lagi

Berita Terbaru