SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Dalam rangka membangun komunikasi dan tali silaturahmi, PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bakti Artha Sejahtera (BAS) Sampang menggelar acara dialog interaktif dengan melibatkan organisasi wartawan dan sejumlah LSM. Acara yang dilaksanakan pada Rabu (9/12/2020) siang itu sekaligus memperkenalkan manajemen baru.
Direktur Utama PT BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang, Syaifullah Asyik berharap manajemen baru ini akan membawa semangat baru serta optimisme dalam meningkatkan kinerja.
“Dengan manajemen baru ini, kami akan berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik bagi nasabah, salah satunya akan menyediakan layanan mobile banking (m-banking),” tuturnya.
Pria kelahiran Sampang ini sangat optimis memasuki tahun 2021 dengan membawa PT BPRS BAS Sampang menuju era digitalisasi. Sebab, kata dia, peningkatan dalam penggunaan perbankan digital merupakan indikasi kebutuhan nasabah dalam memanfaatkan teknologi.
“Sejak berdirinya BUMD Perbankan milik Pemkab ini, nasabahnya tidak pernah bisa melakukan penarikan di mesin anjungan tunai mandiri (ATM),” katanya.
Menurutnya, pada tahun 2021 mendatang, dirinya akan merealisasikan kartu ATM untuk nasabah PT BPRS BAS Sampang. Dan kartu ATM tersebut bisa digunakan dimana saja di seluruh mesin ATM, tanpa adanya biaya transaksi sepeser pun.
“Ini adalah bukti bahwa kami akan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan para nasabah. Kedepan, kami juga akan menyinergikan seluruh aspek yang menjadi kekuatan PT BPRS BAS Sampang,” jelasnya.
Ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini, Pemkab Sampang resmi memberikan tambahan modal sekitar Rp 2,5 miliar. Modal tersebut dipersiapkan untuk pinjaman para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Sampang.
“Masuknya tambahan modal ini tentu menjadi momen baik bagi kami. Dan modal ini diperuntukkan khusus bagi para pelaku UMKM,” tegasnya.
Sebagai seorang yang dibesarkan di dunia Perbankan, pria yang pernah bekerja di PT Freeport itu menunjukkan progres kinerja yang sangat bagus. Hal itu dibuktikan dengan menurunnya angka kredit macet yang awalnya sebesar Rp 21 miliar, kini tersisa sekitar Rp 8,4 miliar.
“Kami tidak terlalu muluk-muluk dalam mengemban jabatan yang diamanahkan ini. Yang penting apa yang kami rencanakan di tahun 2021 bisa terealisasi. Saat ini, target kami bisa membenahi manajemen BPRS BAS Sampang menjadi lebih baik lagi ke depan,” pungkasnya.

















