SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang memangkas pohon rawan tumbang yang membahayakan keselamatan warga di Jalan Raya Torjun, Desa Torjun, Kecamatan Torjun. Hal itu, sehubungan dengan adanya hujan deras disertai angin yang terjadi dalam beberapa hari ini kerap melanda kota Bahari.
Pantauan suarabangsa.co.id dilokasi, dengan mengerahkan peralatan yang ada, personil dari BPBD dan dibantu petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), Polsek Torjun, Agen PB Jatim wilayah Sampang serta masyarakat setempat, tim membabat habis pohon yang telah miring dan rawan tumbang tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Sampang, Muhammad Anang Junaidi dikonfirmasi melalui Kasi Kebencanaan dan Logistik H Imam mengatakan, pemotongan pohon itu dilakukan untuk antisipasi adanya bencana pohon tumbang, mengingat saat ini sudah mulai musim hujan dan disertai angin. Ada beberapa kriteria yang ditebang atau dipangkas. Seperti mengganggu jalan dan ranting yang terlihat lapuk.
“Pemangkasan ranting dan pemotongan pohon ini bertujuan untuk mengurangi adanya risiko bencana, khususnya pohon tumbang,” kata H Imam, Jumat (06/11/2020).
Menurutnya, pemotongan pohon tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat yang merasa khawatir atas keberadaan pohon itu. Warga menilai, keberadaan pohon yang miring dapat membahayakan apa saja yang ada dibawahnya.
“Adanya laporan dari warga sekitar, bahwasannya ada pohon mahoni yang sudah miring sekaligus menutup penerangan jalan raya, dan kondisi itu sangat meresahkan warga,” ujarnya lagi.
Dalam upaya mengantisipasi musibah yang disebabkan pohon perindang, pihak BPBD juga meminta warga untuk turut memantau kondisi pohon perindang di masing-masing wilayah. Apabila ada pohon perindang yang membahayakan, agar segera dilaporkan ke BPBD Kabupaten Sampang.
“Selain pohon perindang, kalau ada pohon membahayakan di tengah-tengah pemukimam warga, kami siap melakukan pemotongan pohon jika ada permintaan masyarakat guna mengurangi risiko kebencanaan,” pungkasnya.

















