Curhat Petani di Sampang: Orangnya Diserang Virus, Tanaman Diserbu Tikus

- Admin

Rabu, 7 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, itu jadi gambaran nasib para petani kacang tanah di Desa Kodak, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. Di masa pandemi virus Corona (COVID-19) ini tanaman para petani justru rusak dimakan hama tikus.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun suarabangsa.co.id, para petani mulai resah karena hama tikus yang menyerang tanaman mereka. Petani pun seolah-olah pasrah, karena mereka masih punya keyakinan apabila tikus semakin diburu atau diracun maka hama itu akan semakin menyerang tanaman mereka.

Baca Juga:  Proses Mediasi Antara PT BAI dan Mantan Karyawannya Sempat Diwarnai Ketegangan

Karomah (33), salah seorang petani sampai kehilangan kata-kata untuk menggambarkan kesusahannya. Tanaman kacang tanah yang siap dipanen itu kini habis jadi santapan tikus-tikus.

“Mau bagaimana lagi karena nggak bisa kalau memburu tikus, nanti malah semakin membabi buta. Semoga saja nanti masih dikasih sisa,” tutur Karomah, kepada suarabangsa.id, Rabu (07/10/2020).

Binatang pengerat itu memakan kacang dengan cara membuat lubang di bagian akar. Kulit kacang terlihat berserakan dengan biji yang sudah tak ada lagi.

“Sebenarnya bijinya lumayan bagus, tapi pohonnya langsung saya cabut saja bila biji kacangnya sudah habis seperti ini,” lanjut Karomah sambil menunjukkan pohon kacang yang telah dicabutnya.

Baca Juga:  Setelah Viral, Dua Wanita yang Joget TikTok di Masjid Agung Sampang Akhirnya Minta Maaf

Petani lain, Muhammad (35) mengungkapkan, dengan serangan hama itu, dirinya hanya pasrah bahkan dirinya dan petani di desanya terancam gagal panen. Menurut dia, petani agaknya sudah tidak bisa berkutik dengan serangan hama tikus dan petani hanya bisa pasrah pada musim tanam kali ini.

“Jadi terus gimana lagi, ya hanya bisa pasrah,” pungkas Muhammad.

Berita Terkait

Triv Group dan Gabriel Rey Borong Lima Penghargaan Bergengsi dalam Setahun
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Pemerintah Naikkan Titik Impas Harga Tembakau, Petani Dapat Angin Segar
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Jaga Stabilitas Harga Tembakau, Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep Ajak PR Lokal Maksimalkan Penyerapan Tembakau Petani

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru