Diduga Keroyok Dokter, Tiga LSM di Banyuwangi Ditangkap Ditreskrimum Polda Jatim

- Admin

Selasa, 11 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Subandik (37) warga Telemung Kalipuro, Mathari (34), dan Hariyono (34) warga Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, akhirnya mendekam di tahanan Mapolda Jawa Timur.

Ketiga orang tersebut, yaitu, oknum anggota LSM di Banyuwangi, pasalnya diduga telah melakukan pengeroyokan kepada seorang Dokter di RSUD Blambangan.

“Aksi pengeroyokan ini, dipicu atas penolakan rumah sakit untuk perawatan terhadap salah satu rekan mereka yang sakit,” ujar Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Andreas Ratulangie, saat digelar konferensi pers di depan gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Jatim, Senin (10/8) sore.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Ringkus Pencuri Sepeda Motor

Dimana, lanjut dia, ada seorang pasien yang dibawa ke sana untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan, namun dokter di sana, pada waktu itu mengatakan bahwa pasien ini tidak perlu dirawat.

Lanjut dijelaskan Pitra, alasan pihak rumah sakit menolak merawat inap karena keluhan yang diderita pasien tidak begitu parah, sehingga hanya perlu berobat jalan.

Namun pihak keluarga pasien tak terima dengan keputusan ini, mereka kemudian meminta dokter membuat surat pernyataan tertulis terkait penolakan tersebut.

Karena dokter enggan memenuhi permintaan keluarga pasien, mereka lantas memanggil anggota LSM ke rumah sakit.

Baca Juga:  LSM Lasbandra Sampang Soroti Dokumen Akta Pendirian PT GSM dan PT SMP

“Kemudian mereka secara bersama-sama melakukan tindakan penganiayan secara bersama-sama terhadap seorang dokter,” jelasnya.

Akibat dari pengeroyokan ini, dokter jaga itu mengalami luka-luka, selanjutnya, Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim secepatnya memburu dan berhasil menangkap beberapa pelaku, hingga saat ini, terus melakukan pencarian terhadap pelaku-pelaku yang lain.

“Mereka yang tertangkap pun dijadikan tersangka sebagaimana Pasal 214 ayat (1) dan ayat (2) ke1E KUHP dan atau Pasal 170 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara,” tegasnya.

Baca Juga:  Operasi Rutin, Satlantas Polres Sampang Tilang 63 Pengendara

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru