Bidan Desa Jarang di Tempat, Kepala TU Puskesmas Camplong: Mereka Tidak Harus 24 Jam

- Admin

Sabtu, 25 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pelayanan kesehatan masyarakat pedesaan sangatlah diperlukan, hingga hampir di seluruh desa se-Indonesia ditempatkan Bidan Desa (Bides) yang befungsi untuk pelayanan prima bagi kebutuhan masyarakat. Apalagi saat ini sedang wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang sudah tentu memerlukan pelayanan kesehatan yang maksimal.

Namun, tidak seperti Bidan Desa yang ada di Dusun Barat Sungai, Desa Banjar Tabulu, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Pasalnya, sebagai seorang Bidan seyogyanya memberikan pelayanan medis semaksimal mungkin kepada masyarakat diwilayah kerjanya, baik itu dijam kerja maupun diluar jam kerja. Sungguh ironis yang dirasakan sebagian masyarakat setempat karena diduga oknum bidan tersebut sering melalaikan tugas dan tanggungjawabnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Manusia Silver yang Tenggelam di Sungai Kamoning Sampang Ditemukan, Jasadnya Terbawa Arus hingga ke Laut

Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Camplong dr Hendry Ariyanto saat dikonfirmasi melalui Kepala Tata Usaha Faris Zaky mengatakan bahwa, bidan desa itu tidak harus 24 jam melayani di tempatnya bertugas.

“Memang ASN itu aturannya bukan 24 jam, sehari hanya 7 jam kerja termasuk Bidan. Jadi, kalau disuruh melayani masyarakat selama 24 jam kemungkinan tidak seperti itu,” kata Faris, Sabtu (25/07/2020).

Ketika ditanya keinginan masyarakat supaya bidan menetap di desa selama 24 jam agar masyarakat mudah mendapat akses pelayanan kesehatan, kata Faris, masih belum ada aturan seorang bidan harus menetap selama 24 jam di tempat kerjanya, namun demikian terkait harapan warga pihaknya akan koordinasikan dengan dinas kesehatan setempat.

Baca Juga:  Perusahaan Provider Diduga Tidak Gubris Regulasi dan Aturan Pemkab Bojonegoro

“Kita akan lakukan pembinaan serta evaluasi dan nantinya akan kita koordinasikan dengan dinkes, sehingga harapan warga bisa kita penuhi,” jelasnya.

Faris berharap kepada semua bidan desa untuk melakukan tugasnya dengan baik. “Diharapkan kepada bidan desa agar melakukan tugas dan fungsinya secara baik,” pungkasnya.

Alasan pihak Puskesmas ini sejatinya belum menjadi jawaban terhadap keluhan masyarakat yang menginginkan pelayanan kesehatan sebagaimana fungsi Ponkesdes. Sebab, meskipun pada jam kerja oknum bidan desa tersebut ditemukan jarang berada ditempat.

Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan pelayanan bidan desa yang ditugaskan di desa itu, selain tidak mau dipanggil, bidan tersebut jarang berada di tempat, sehingga masyarakat jadi kesulitan jika membutuhkan pertolongan bidan. Padahal, Ponkesdes sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat pedesaan.

Baca Juga:  4 Hari Hilang, Wanita Paruh Baya di Ketapang Sampang Ditemukan Tewas dalam Sumur

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru