Pengamat Politik Sebut PPP Harus Cepat Keluarkan Rekom Untuk Pilkada Sumenep

Blibli

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, dipastikan bakal digelar 9 Desember 2020. Sejumlah partai politik belum menyatakan dukungan atau rekom terhadap calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep.

Salah satu Partai Politik yang belum merekom calon adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Padahal, partai tersebut memiliki 7 kursi di lembaga DPRD Sumenep.

Menanggapi molornya rekom PPP, Pengamat Politik, Ajimuddin mengatakan, DPP PPP bisa dipastikan paham soal dinamika politik di Sumenep.

“Dari dua sisi ini PPP memiliki peluang besar untuk keluar sebagai pemenang dalam Pilkada 2020 ini. Dan sejarah membuktikan itu di zaman rezim KH. Ramdhal Siraj preode keduanya,” bebernya, Selasa (30/6).

Baca Juga:  Peduli Lansia, Rumah Rakyat Sumenep Berikan Bantuan Rumah

Mantan aktivis Yogyakarta itu menambahkan, berangkat dari pengalaman baik itu, semestinya DPP PPP lebih cepat membuat keputusan terkait formulasi politik masa depannya di Sumenep.

Tentu hal demikian harus mempertimbangkan sekian aspek terutama ideologi Keislaman, Kebangsaan dan Kenegaraan. Karena bagaimanapun Sumenep menjadi wilayah terdepan wajah Indonesia bagi masyarakat.

“Koalisi menjadi keniscayaan bagi PPP Sumenep. Dengan 7 kursi, ia masih membutuhkan tambahan 3 kursi untuk mencapai 20% suara parlemen. Ini cukup mudah dilakukan dengan menggandeng Nasdem dan Demokrat plus PKS jika koalisi ideal PPP – PKB tidak bersedia ada di sudut pandang yang sama,” imbuh Ajimuddin.

Baca Juga:  Ketua STIT Al Karimiyyah Lantik BEM dan DPM, Ini Pesannya

Ketika disinggung, Kenapa rekom, hampir semua partai politik seolah tarik-ulur?

“Ini yang perlu publik pahami secara cerdas. Saya melihat ada indikasi gerakan politik yang disebut deparpolisasi. Yaitu mengusung kandidat di luar partai (bukan kader) dengan sekian alasannya,” tegasnya.

Dijelaskan, Ini jadi tidak menarik karena dua hal yaitu _pertama_, platform ideologi politik yang belum tentu sama dan _kedua_, stagnasi parpol yang hingga hari ini gagal dalam mencetak kader mumpuni.

“Seharusnya DPP PPP haqqul yaqin bahwa dirinya siap dan mampu menjadi kapal pemecah ombak di samudera politik Sumenep yang mulai digiring kepada dua kutub, yang bisa saja pilkada Sumenep ini berakhir no contest,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bus Hino Ladju Kecelakaan, Satu Korban Tewas
Blibli

Leave a Reply